Lombokpost-Di tangan pemuda dan BUMDes Obel-Obel, Gumbang Ganang bukan sekadar tumpahan mata air alami.
Potensi alam yang terkubur puluhan tahun kini menjelma menjadi mesin baru Pendapatan Asli Desa (PADes) dari sektor pariwisata.
Jauh dari hiruk-pikuk pusat kota Lombok Timur (Lotim), tepatnya di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, tersimpan sebuah destinasi wisata yang memikat.
Objek wisata ini menjadi magnet baru bagi pelancong yang bertandang ke sisi timur kabupaten berpenduduk 1,4 juta jiwa tersebut.
Selain keasriannya yang terjaga, destinasi ini menyuguhkan berbagai wahana menarik untuk dijelajahi.
Namanya Gumbang Ganang. Sebuah danau alami dengan air yang bersumber langsung dari mata air.
Kejernihan dan kesejukannya seketika menyergap, membuat siapa pun betah berlama-lama menikmati suasana di tempat ini.
Ketua Pokdarwis Gumbang Ganang Deri Miswara Aria menjelaskan, pengelolaan destinasi ini memadukan konsep alami dan modern.
Pengunjung bisa menikmati danau yang masih asri sekaligus fasilitas kolam renang modern dalam satu kawasan.
“Danau kita jaga kelestariannya. Kita tambahkan spot foto saja, karena sekitarnya memiliki pemandangan yang indah. Pemandangan alam di sini memang sudah bagus, tidak perlu terlalu banyak dipoles,” terang Miswara, Selasa (6/1).
Suasana asri kian terasa dengan rimbunnya pepohonan di sekeliling danau.
Menariknya, terdapat deretan pohon purba yang telah tegak berdiri sejak puluhan tahun silam.
Keberadaan pohon-pohon tua ini diakui menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Meski jaraknya tergolong jauh dari pusat kota, Gumbang Ganang tak pernah sepi.
Saban akhir pekan dan masa libur sekolah, objek wisata ini selalu dipadati pengunjung.
Tak hanya wisatawan domestik, turis mancanegara pun mulai melirik Gumbang Ganang.
Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang memilih menginap di rumah warga untuk merasakan langsung denyut nadi kehidupan pedesaan.
Para turis asing ini antusias mengikuti aktivitas harian warga, mulai dari menanam padi, mencangkul, menanam melon, hingga memetik cabai.
“Kalau di sini memang paling menarik pemandangannya sangat indah terutama di sekitar Danau Gumbang ganang, bahkan pemandangan di Gumbang Ganang ini viral di media sosial,” katanya.
Menikmati keindahan ini pun tak perlu merogoh kocek dalam.
Tiket masuk hanya Rp 5.000 per orang, baik untuk anak-anak maupun dewasa, sudah termasuk biaya parkir.
Namun, untuk menikmati wahana lain, pengunjung dikenakan tarif bervariasi.
Sewa perahu biasa dan perahu bebek dibanderol Rp 5 ribu untuk anak-anak dan Rp 10 ribu untuk dewasa.
Sementara wahana kereta api dikenakan tarif Rp 10 ribu untuk anak dan Rp 15 ribu untuk orang dewasa.
Kepala Desa (Kades) Obel-Obel Harun menambahkan, pengembangan Gumbang Ganang bermula dari inisiasi para pemuda setempat yang ingin menggali potensi desa.
Baca Juga: Tangkap Pengedar di Sambelia, Polisi Ungkap Jaringan Narkoba di Bayan
“Setelah pembentukan Pokdarwis kami kemudian melakukan sosialisasi dan pertemuan, kepada kelompok, komunitas masyarakat terkait untuk pengembangan wisata ini,” katanya.
Perjalanan membangun destinasi ini bukan tanpa kendala.
Awalnya, akses jalan menuju lokasi cukup sulit karena harus melewati areal persawahan milik warga.
Namun, melalui musyawarah bersama BPD dan lembaga desa, serta pendekatan kepada pemilik lahan, hambatan tersebut berhasil diatasi.
“Alhamdulillah setelah kita memberikan bayangan, gambaran, pemahaman, masyarakat kemudian memberikan izin, karena bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.
Kini, Gumbang Ganang dikelola langsung Bumdes Desa Obel-Obel dengan dukungan suntikan dana desa.
Fasilitasnya pun kian lengkap, mulai dari kolam renang, area duduk yang nyaman, musala, hingga wahana permainan anak.
“Keamanan dan kenyamanan menjadi fokus utama kami di sini. Sehingga tidak ada komplain terhadap parkir, barang-barang bawaan para pengunjung, “ katanya.
Keberadaan objek wisata ini terbukti memberikan dampak nyata bagi keuangan desa dengan menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp 20 juta per tahun.
Capaian ini memperkuat komitmen pemerintah desa untuk terus mengembangkan potensi Danau Gumbang Ganang ke depannya. (*/r7)
Editor : Kimda Farida