Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikbud Lombok Timur Kembali Usulkan Sekolah Rusak Dari Dana Revitalisasi

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 8 Januari 2026 | 18:07 WIB

H Hasni. (SUPARDI/LOMBOK POST)
H Hasni. (SUPARDI/LOMBOK POST)
 

Lombokpost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) kembali mengusulkan perbaikan sekolah rusak untuk mendapatkan dana revitalisasi dari pemerintah pusat tahun ini.

Hal ini dilakukan karena masih banyak sekolah, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang kondisinya memprihatinkan.

"Di 2026 kita kembali mengusulkan sekolah-sekolah yang masih rusak dengan tetap mengacu pada pokok pendidikan (Dapodik). Sehingga dari dapodik itu akan terlihat sekolah-sekolah yang perlu direvitalisasi," terang Plt Dikbud Lotim Hasni, Rabu (7/1).

Berdasarkan data yang dirilis pemerintah pusat pada 2026, terdapat 89 SMP yang memerlukan revitalisasi di Lotim.

Namun dari jumlah tersebut, baru sekitar 20 sekolah yang masuk dalam skala prioritas.

Sementara itu, untuk jenjang SD yang membutuhkan revitalisasi mencapai lebih dari 100 sekolah.

Adapun pada tingkat Taman Kanak-kanak mencapai 148 sekolah.

"Kita hanya mengusulkan, tapi usulan itu sebenarnya langsung dari dapodik (sekolah). Pusat tinggal melihat dapodiknya kemudian diambil," katanya.

Plt Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dikbud Lotim Hasanudin menambahkan, jumlah SD yang mengalami kerusakan sedang hingga berat di Lotim saat ini sebanyak 154 sekolah.

Upaya perbaikan sekolah tersebut dilakukan melalui berbagai sumber anggaran, mulai dari APBD, Pokir DPRD, hingga dana revitalisasi pemerintah pusat.

“154 SD yang dalam kondisi rusak sedang dan berat Itu sudah kami identifikasi dan cek ke lapangan,” terang Hasanudin.

Pada 2025 lalu, dana revitalisasi dari pemerintah pusat untuk perbaikan sekolah mencapai Rp 94 miliar yang menyasar 36 SD dengan tingkat kerusakan bervariasi.

Besaran anggaran masing-masing sekolah bergantung pada tingkat kerusakan dan dipastikan tanpa intervensi, karena dana langsung ditransfer ke rekening sekolah.

"Dana Rp 94 miliar itu sudah tuntas dan sekarang tinggal menunggu proses penilaian,” katanya.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan APBD untuk memperbaiki sekolah rusak, beban daerah dinilai cukup berat.

Dukungan dana revitalisasi maupun sumber lainnya sangat dibutuhkan guna mempercepat pengurangan jumlah sekolah rusak di Lotim. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
#Sekolah #sekolah rusak #Lotim #Dikbud #revitalisasi