Lombokpost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) akan membagikan ribuan benih cabai dan polybag kepada masyarakat. Langkah ini untuk menekan inflasi yang salah satunya disebabkan harga cabai yang meningkat.
“Terakhir harga cabai rawit merah mencapai Rp 150 ribu lebih per kilogram,” terang Kepala Dinas Pertanian Lotim Lalu Pathul Kasturi, Jumat (27/2).
Disebutkan, tingginya harga cabai saat ini dikarenakan pasokan menurun drastis akibat tanaman banyak terendam hujan. Sementara permintaan pasar tetap tinggi sehingga harga melonjak.
Tanaman cabai yang ditanam pada bulan Oktober-Desember 2025 seharusnya panen pada bulan Januari. Namun, curah hujan yang tinggi mengakibatkan banyak tanaman mati akibat tergenang air hujan.
“Produksi sangat menurun drastis, pasokan ke pasar berkurang, kemudian harga melonjak, sehingga berpengaruh terhadap inflasi daerah kita,” ujarnya.
Kondisi ini disebut tidak hanya terjadi di Lotim, namun hampir merata di berbagai wilayah di NTB bahkan secara nasional. Namun sebagai salah satu daerah penghasil cabai, dirinya sangat menyayangkan jika harga cabai melambung.
“Kita ini daerah pertanian dan penghasil, cabai tapi kenapa justru harga cabai di daerah kita mahal. Seharusnya ini tidak boleh terjadi. Jangan sampai seperti yang katakan pepatah, tikus mati di lumbung padi,” tegasnya.
Sebagai salah satu solusi, Distan Lotim meminta masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam cabai menggunakan pot, polybag atau ember-ember bekas. Termasuk memanfaatkan pematang sawah yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Pihaknya juga akan membagikan bibit cabai siap tanam yang sudah berada di dalam polybag ke seluruh desa di Lotim. Langkah ini diharapkan setiap rumah tangga bisa menjadi produsen cabai skala rumahan sehingga harga cabai bisa normal.
CabaiBaca Juga: Harga Cabai Mulai Mendingin, dari Rp 200 Ribu Sekarang Rp 120 ribu per kilo
“Jika pasokan lokal melimpah, harga di pasar pun dapat terkendali, dan ancaman inflasi akibat cabai dapat diminimalisir,” tutupnya.
Ketua Champion Cabai Lotim Subhan menyampaikan, cuaca buruk yang terjadi beberapa minggu terakhir di Lotim mengakibatkan tanaman cabai milik petani banyak yang mati. Sehingga hal ini sangat berdampak terhadap harga cabai, terutama harga cabai rawit merah. (par/r7)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin