Lombokpost - Badan Urusan Logistik (Bulog) cabang Lombok Timur mulai menjalankan penugasan pengiriman beras sebanyak 22 ribu ton ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan DKI Jakarta. Upaya ini dalam rangka program pergerakan nasional untuk memastikan stok di daerah tetap aman.
"Pengiriman ini dalam rangka program pergerakan nasional tahun 2026, dengan jumlah sebanyak 22 ribu ton beras, ini didistribusikan secara bertahap hingga Desember mendatang," terang Pimpinan Cabang Bulog Lotim Dindy Wida Pusparanti, Selasa (24/3).
Kata dia, sebelumnya pengiriman beras ke luar daerah hanya ditujukan ke NTT dan Bali, tahun ini Bulog Lotim mendapat kepercayaan untuk mengirim beras hingga ke DKI Jakarta.
Meski mendapat penugasan dalam jumlah besar, Pihaknya memastikan ketersediaan stok beras di Lotim tetap aman dan stabil. Saat ini stok beras di gudang Bulog Lotim mencapai 33 ribu ton.
"Jumlah ini akan meningkat menjadi sekitar 45 ribu ton seiring dengan proses penyerapan beras yang terus berjalan, " Katanya.
Pengiriman beras ke beberapa daerah secara bertahap ini dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah penerima. Termasuk kapasitas gudang dan distribusi, agar penyaluran berjalan efektif dan terhindar dari kendala logistik.
Penambahan wilayah tujuan pengiriman, diakui menjadi kebanggaan tersendiri bagi Lotim. Untuk itu a terus berkomitmen menjaga kualitas beras dan terus diminati oleh kantor wilayah lainnya di seluruh Indonesia.
Sebelumnya Bupati Lotim Haerul Warisin menyebut Lotim sejak dulu sudah menjadi daerah Swasembada Pangan. Bahkan sejak puluhan tahun lalu, Lotim sudah membantu daerah-daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pangan, seperti Bali, NTT dan beberapa daerah lainnya di Indonesia.
“Kita selalu surplus hasil pertaniannya. Kalau masalah pertanian khususnya padi, Insyaallah petani kita sudah pandai,” katanya.
Kendati demikian, Petani Lotim diakui masih membutuhkan pendampingan dari penyuluh atau pekerja lapangan (PL) pertanian, terutama terhadap hal-hal baru di pertanian. Seperti varietas baru dengan umur yang lebih pendek dan hasilnya lebih banyak, maka penyuluh wajib menyampaikan dan mendampingi petani. (par/r6)
Editor : Prihadi Zoldic