LombokPost-Setelah ditutup sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2026, pendakian ke Gunung Rinjani kembali dibuka hari ini 1 April dari enam jalur pendakian. Sebagian besar pendaki naik melalui jalur utara, Sembalun maupun Senaru.
"Kouta harian dari jalur Utara sebanyak 400 dan kuota itu hampir penuh. Pendaki yang naik dari Sembalun sebanyak 370 orang. Kemudian dari jalur Senaru sebanyak 20 orang. Kalau jalur Torean hanya digunakan untuk turun saja," terang Kepala Seksi Sub Tata Usaha BTNGR Astekita Ardi Arisno, ditemui di resort Sembalun, Rabu (1/4).
Sementara pendaki yang naik melalui jalur selatan yakni jalur Timba Nuh sebanyak 55 pendaki, jalur Aik Berik sebanyak 4 pendaki, kemudian melalui jalur Tetebatu sebanyak 9 orang.
Baca Juga: Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda Merangkap Jadi Aktivis Rinjani Bebas Sampah
Sebagian besar pendaki pada hari pertama ini didominasi wisatawan nusantara.
Disebutkan pada pembukaan pendakian kali ini, tidak ada regulasi baru yang diterapkan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).
Namun ada sedikit penyempurnaan pada sistem zero waste yang saat ini sudah menggunakan sistem digitalisasi. Setiap pendaki harus me-list bawaan, terutama yang berpotensi menimbulkan sampah di form yang telah disiapkan.
"Untuk zero waste sekarang sudah digital, namun akan dilakukan pemeriksaan juga oleh petugas. Sehingga saat mereka check out nanti, dipastikan apa yang mereka bawa naik, itu juga yang harus dibawa turun, untuk meminimalisir sampah di gunung,” imbuhnya.
Saat penutupan selama tiga bulan lalu, pihaknya bersama masyarakat telah melakukan perbaikan jalur di sejumlah titik yang rusak dan membersihkan jalur yang tertutup semak akibat penutupan, terutama di jalur selatan.
Termasuk pihaknya juga telah melakukan perbaikan trap, penggantian kayu dan sling jembatan menuju Danau Segara Anak.
Semua jalur pendakian dinyatakan sudah sangat siap dan aman untuk dilalui para pendaki.
"Untuk fasilitas secara bertahap kita akan tambahkan, pada bulan ini kita akan bangun shelter baru, berbentuk lumbung di Pos Sembalun, Pos 2 dan Pelawangan. Shelter ini berfungsi sebagai tempat istirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan," katanya.
Dirinya berharap para calon pendaki memahami dan menaati SOP pendakian. Terutama terkait menjaga kebersihan dengan mengisi form yang sudah disiapkan.
Dan yang paling penting adalah mempersiapkan kesehatan jasmani dan rohani sebelum melakukan pendakian, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Editor : Akbar Sirinawa