LombokPost - Ratusan desa di Lombok Timur (Lotim) belum bisa membangun gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kondisi ini disebabkan masih minimnya lahan yang tersedia.
“Kami bersama sejumlah pihak terkait terus melakukan koordinasi, agar pembangunan KDKMP segera dapat direalisasikan,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim Hambali, Kamis (16/4).
Baca Juga: Jumlah Ritel Modern Akan Dibatasi, 510 KDMP Sudah Masuk Portal Agrinas
Berbagai skema telah diupayakan untuk memfasilitasi desa/kelurahan membangun gerai KDKMP, mulai dari penggunaan lahan pecatu, tukar guling, hingga pinjam pakai dengan desa lain.
“Sementara desa belum memiliki anggaran untuk penanganan tersebut. Pihak ketiga sebenarnya siap untuk membangun gerai koperasi, asalkan lahan telah tersedia dan memenuhi kriteria yang ditentukan,” katanya.
Hambali menyebutkan, dari 245 desa dan kelurahan di Lotim, sebanyak 140 desa telah masuk dalam sistem portal dan sedang dibangun.
Baca Juga: KDMP jadi Mesin Ekonomi Desa, Pemerintah Kaji Pembatasan Izin Baru Operasional Ritel Modern
Sisanya masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Saat ini pihaknya tengah menunggu regulasi terkait solusi terhadap permasalahan dalam pembangunan KDKMP ini.
Untuk itu ia berharap desa dan kelurahan dapat bersabar dan menunggu kejelasan regulasi tersebut.
Baca Juga: Sejumlah Desa di KLU Manfaatkan Aset Daerah untuk Gerai KDMP
“Banyak teman-teman dari desa yang mempertanyakan kelanjutan pembangunan gerai koperasi di wilayah mereka. Kami terus melakukan koordinasi untuk pembangunan gerai KDKMP ini supaya bisa merata di semua desa. Sehingga segera memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dandim 1615 Lotim Letkol Inf Eky Anderson menyampaikan ada beberapa kendala yang dihadapi desa untuk membangun KDMP.
Di antaranya desa memiliki lahan tapi ada di desa lain. Desa memiliki lahan tapi luasnya kurang.
Kemudian desa memiliki lahan tapi di atasnya berdiri bangunan lama yang sudah tidak digunakan. (par/r7)
Editor : Redaksi