Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Remitor Disiapkan untuk Peternak Ayam di Lombok Timur

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB
CARI SOLUSI: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin  berdialog dengan puluhan peternak ayam di Lombok Timur untuk mencari solusi penggunaan gas elpiji 3 kilogram.( SUPARDI/LOMBOK POST)
CARI SOLUSI: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin  berdialog dengan puluhan peternak ayam di Lombok Timur untuk mencari solusi penggunaan gas elpiji 3 kilogram.( SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost - Pemkab Lombok Timur (Lotim) menyiapkan alternatif pengganti gas elpiji subsidi bagi peternak ayam.

Salah satunya dengan penggunaan alat pemanas kandang Remington Solar Heater (Remitor) berbahan bakar solar.

Bupati Lotim Haerul Warisin mengatakan, pihaknya akan mengkaji penggunaan alat tersebut dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga: Kandang Ayam Gerus Stok Elpiji, 13 Ribu Gas Melon Ditemukan di 200 Kandang Ayam

“Nanti saya akan utus Kadis Peternakan ke BRIN untuk mencari solusi, apa yang bisa digunakan alat untuk penghangat kandang ayam selain gas elpiji. Termasuk menanyakan alat remitor ini, yang bisa digunakan untuk mengganti elpiji,” terang Warisin saat bertemu peternak, Jumat (17/4).

Ia menegaskan, penggunaan alat tersebut harus melalui uji coba terlebih dahulu. Pemerintah ingin memastikan dampaknya terhadap kesehatan ternak, pertumbuhan, dan lingkungan.

“Kalau memang bagus, kita akan anggarkan tahun depan dan bagikan alatnya kepada peternak, jumlah peternak kita sekitar 200 orang,” imbuhnya.

Baca Juga: Peternak Nakal ‘Sedot’ Elpiji Subsidi

Selain itu, Pemkab juga akan berkoordinasi dengan Pertamina terkait kemudahan akses BBM solar bagi peternak.

Sementara itu, peternak diminta tidak lagi menggunakan elpiji subsidi 3 kilogram. Mereka diarahkan beralih ke elpiji nonsubsidi ukuran 5 hingga 12 kilogram.

“Sekarang sudah ada aturannya gas elpiji subsidi tidak boleh digunakan untuk restoran, usaha batik, hotel, kandang ayam, dan usaha besar lainnya,” katanya.

Baca Juga: Gas LPG 3 Kg Sempat Langka dan Mahal di Lombok Timur, Pertamina Patra Niaga Tambah 59 Ribu Tabung!

Ia menilai tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk tetap menggunakan elpiji subsidi. Terlebih, pemerintah pusat akan memperketat syarat pembelian elpiji hanya untuk masyarakat miskin.

Ia menegaskan, Satpol PP akan melakukan sidak ke sejumlah tempat usaha yang masih menggunakan elpiji subsidi.

Sementara itu, peternak Lotim Hamdan Fidaos mengatakan, pihaknya siap beralih ke elpiji nonsubsidi. Namun, pemerintah diminta memfasilitasi solusi alternatif.

“Kami sadar bahwa elpiji 3 kilogram diperuntukkan untuk kami, sehingga kami siap untuk beralih menggunakan elpiji nonsubsidi, tapi kami minta difasilitasi,” jelasnya.

Ia menyebut penggunaan alat Remitor berbahan bakar solar bisa menjadi solusi. Namun kendala utama adalah keterbatasan akses pembelian solar bersubsidi.

“Makanya serba salah kami. Kalau (dinas) pertanian bisa memberikan rekomendasi untuk membeli BBM subsidi untuk mesin pertanian, sedangkan peternakan tidak punya,” jelasnya. (par/r7) 

Editor : Redaksi
#remitor #BRIN #lpg #elpiji #peternak ayam