Lombokpost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) berupaya mendapatkan program hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Bank Dunia. Program itu untuk meningkatkan layanan publik, khususnya pada transformasi sistem pengelolaan sampah modern.
“Program ini akan diberikan kepada 30 daerah di Indonesia. Untuk itu kita sekarang sedang berupaya supaya bisa mendapat program ini,” terang Sekda Lotim M Juaini Taufik, Senin (11/5).
Dijelaskan, melalui program LSDP sampah yang terbuang tidak hanya menumpuk di TPA. Namun, sampah itu akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi berupa energi terbarukan seperti listrik.
Baca Juga: Sampah Dapur MBG Diharapkan Diolah Jadi Pakan Magot dan Biogas
Semakin banyak sampah yang diolah, maka semakin banyak listrik yang dihasilkan. Salah satu persyaratan untuk mendapatkan program ini adalah sebagian besar sampah yang masuk merupakan sampah organik.
“Nah, kita di Lotim 80 persen sampah yang dibuang ke TPA sampah organik dari pohon, daun dan lainnya. Itu bisa diolah menjadi listrik,” jelasnya.
Semua persyaratan telah disampaikan ke Mendagri. Bahkan Pemkab Lotim telah menyiapkan lahan yang memadai. Dari total 15 hektare TPA Ijo Balit, minimal 2 hektare akan dikhususkan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang terintegrasi.
Seluruh dokumen perencanaan yang dibutuhkan, mulai dari RPJPD, RPJMD, RPD 2024-2026, Renstra, Renja, hingga masterplan pengembangan sistem persampahan dan roadmap, telah diserahkan ke pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lotim Fathurrahman berharap Lotim dapat ditetapkan sebagai salah satu lokasi sasaran program itu. Sehingga paradigma pengelolaan sampah dapat berubah.
“Sampah tidak boleh lagi sekadar dibuang, tapi harus dikelola dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti kompos dan produk turunan lainnya,” jelasnya.
Baca Juga: Holiday Resort Lombok Catat 1,4 Ton Sampah Dikelola Mandiri Sepanjang April 2026
Saat ini DLH juga tengah fokus melengkapi seluruh dokumen administratif dan menyempurnakan beberapa dokumen teknis yang dibutuhkan agar Lotim bisa mendapatkan program itu.
Jika tidak ada perubahan jadwal, proses akan berlanjut ke tahap verifikasi lapangan yang direncanakan pada Juni mendatang. Tahapan ini bertujuan melihat secara langsung kesiapan Lotim mengimplementasikan program ini.
“Setelah verifikasi lapangan selesai, proses akan memasuki tahap penyempurnaan dokumen final. Tahapan ini akan berlanjut hingga November. Kemudian akan diakhiri dengan agenda penandatanganan kerja sama,” tutupnya.
Editor : Akbar Sirinawa