Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pendaki Asal Sukabumi Meninggal di Rinjani

Supardi • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:37 WIB
EVAKUASI KORBAN: Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap wisatawan yang meninggal dunia saat mendaki di Gunung Rinjani.
EVAKUASI KORBAN: Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap wisatawan yang meninggal dunia saat mendaki di Gunung Rinjani.

LombokPost-Seorang pendaki bernama Endang Subarna meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani, Kamis (14/5). Korban merupakan laki-laki asal Kampung Hegar Alam, Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Korban melakukan pendakian pada hari Kamis (14/5) sekitar pukul 08.00 Wita bersama 28 rombongan yang didampingi porter dan TO berangkat melalui pintu pendakian Kandang Sapi Sembalun,” terang Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Subadri, Jumat (15/5).

Sekitar pukul 16.00 Wita, rombongan tiba di jalur Bukit Penyesalan Sembalun.

Di lokasi itu korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

 Mengetahui kejadian itu, TO langsung menghubungi petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang berada di Pos Pelawangan Sembalun.

Baca Juga: Soal Kereta Gantung Rinjani, Pemkab Loteng Ikuti Sikap Pemprov NTB

Petugas TNGR bersama Tim Edelweis Medical Help Center (EMHC) kemudian menuju lokasi untuk memberikan penanganan awal terhadap korban.

 “Tim langsung memeriksa kondisi korban dan memberikan penanganan pijat jantung sekitar kurang lebih 30 menit. Setelah melakukan upaya penanganan, belum ada tanda-tanda korban masih hidup,” jelasnya.

Pihak TNGR kemudian mengirim tim kesehatan ke Pos II untuk memastikan kondisi korban.

Di Pos II, korban diperiksa dokter Puskesmas Sembalun dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Selong untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga: Menolak Kereta Gantung Rinjani, Menjaga Harga Sebuah Keaslian: Tidak Ada Jalan Instan Menuju Rinjani

Selain itu, pendaki lainnya atas nama Bolkya Ayadi asal Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, juga terjatuh di sekitar Pelawangan menuju puncak Rinjani, Jumat (15/5). 

“Korban dilaporkan terjatuh sedalam 7 meter dari posisi tempatnya beristirahat. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang pada bagian kaki dan tidak dapat berjalan,” terang Lalu Subadri.

Lalu Subadri mengatakan, korban kedua jatuh saat menuju puncak.

Lokasinya sekitar 20-30 meter dari Pos Pelawangan.

 Tim gabungan dari TNGR, Polsek Sembalun, dan EMHC langsung bergerak melakukan evakuasi.

Baca Juga: Dewan Tolak Kereta Gantung Rinjani, Ganggu Kesakralan dan Kelestarian Alam Rinjani  

“Kondisi korban dilaporkan stabil dan sudah diberikan logistik serta penanganan awal di lokasi,” katanya. 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#wisatawan #pendaki #rinjani #pendaki jatuh #Lotim