Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hujan Lebat Rusak Tanaman Tembakau di Suela Lotim

Supardi • Kamis, 21 Mei 2026 | 23:31 WIB
TERDAMPAK HUJAN: Lalu Nurudin Petani tembakau rajang di Desa Ketangga, Kecamatan Suela melihat kondisi tembakau miliknya yang mati setelah diguyur hujan lebat
TERDAMPAK HUJAN: Lalu Nurudin Petani tembakau rajang di Desa Ketangga, Kecamatan Suela melihat kondisi tembakau miliknya yang mati setelah diguyur hujan lebat

LombokPost-Hujan lebat yang mengguyur wilayah utara Lombok Timur (Lotim) dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan tanaman tembakau petani di Kecamatan Suela mati. Tanaman tembakau terendam setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi selama tiga hari berturut-turut.

“Semua tanaman tembakau terendam. Tembakau ini kan tanaman yang tidak butuh banyak air,” terang salah seorang petani tembakau di Desa Ketangga, Lalu Nurdin kepada Lombok Post. 

Kondisi itu tidak hanya terjadi di Desa Ketangga, tetapi juga merata di sejumlah desa di Kecamatan Suela. Seperti Desa Suntalangu, Selaparang, hingga Suela.

Baca Juga: Buruh Tani Tembakau Dapat Pelatihan Usaha Tata Boga

Kata Nurdin, cuaca tahun ini diakui sulit diprediksi. Meskipun sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi Mei sudah memasuki musim kemarau, hujan masih terjadi hingga pertengahan Mei. 

“Makanya kami lebih awal menanam, tapi nyatanya hujan masih terjadi,” jelasnya.

Saat ini ia sudah tiga kali menanam tembakau. Pada penanaman pertama, usia tanaman miliknya sudah memasuki masa panen. Namun hujan lebat membuat tanaman tembakau miliknya mati. Begitu juga dengan penanaman kedua. Seluruh tanaman terendam dan mati.

Baca Juga: Ekonomi RI Bocor Rp18 Triliun Akibat Impor Tembakau! BRIN Bongkar Rahasia Teknologi agar Petani Lokal Mandiri

Ia mengaku belum ingin mengganti tanaman dengan jagung. Sebab dikhawatirkan saat tanaman membutuhkan air, hujan justru berhenti turun.

“Kita rugi lagi. Soalnya ini sudah sering terjadi. Makanya saya mau coba lagi tanam tembakau yang ketiga. Kalau gagal lagi, terpaksa ganti tanaman,” jelasnya.

Kondisi itu mengakibatkan dirinya merugi hingga puluhan juta rupiah. Ia berharap ada bantuan lagi dari pemerintah seperti tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Pemprov NTB Segera Cairkan Bantuan untuk 158 Pekerja Tembakau di Lombok Timur

Petani lainnya, Lalu Muhammad Subli menambahkan, beberapa waktu lalu tanaman tembakau miliknya sempat tergenang air dan layu. Namun tanaman itu berhasil diselamatkan dan hidup kembali. Akan tetapi, hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari berturut-turut membuat tanaman tembakaunya kembali tergenang dan mati. 

“Kalau sekarang sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Kondisinya sudah parah. Rencananya mau ganti dengan tanaman yang lain,” jelasnya.

Lokasi tanaman tembakau miliknya tersebar di tujuh titik berbeda. Rata-rata seluruhnya terdampak. Bahkan tembakau yang sudah dirajang juga rusak diguyur hujan. Kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Baca Juga: Tembakau Rakyat dan Pinang Jadi Andalan NTB Pasok Kebutuhan NTT

“Ada juga tembakau yang sudah diranjang sekitar 500 tumpi (rajang) busuk dan kita buang,” tutupnya. (par/r7)

 

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Cuaca Buruk #Tembakau Rajang #mati #Lotim #tembakau