LombokPost-Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, akhirnya ditutup setelah beberapa kegiatan rampung dikerjakan.
Program ini dinilai cukup membantu warga Paok Lombok, terutama warga yang selama ini mengalami kesulitan akses jalan untuk mengangkut hasil pertanian.
“Alhamdulillah kami warga Dusun Ponong, sangat bersyukur dengan adanya (program) TNI di desa kami,” terang salah seorang warga Dusun Ponong, Desa Paok Lombok, Abdul Maki, Kamis (21/5).
Maki menyebut TMMD ini bukan hanya sekadar program pembangunan fisik.
Program ini dinilai membawa perubahan terhadap ekonomi masyarakat. Mengingat mayoritas masyarakat Desa Paok Lombok menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Baca Juga: TMMD Lotim Fokus Infrastruktur Desa
Sebelum ada jalan itu, petani kesulitan membawa hasil panen keluar dan membutuhkan biaya lebih besar.
Keberadaan jalan yang lebih baik diharapkan dapat memangkas biaya produksi sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar.
“Harapan kami, kalau bisa irigasi yang belum ada supaya ditingkatkan lagi. Warga sangat membutuhkan untuk pertanian sawah,” katanya.
Selain jalan, saluran irigasi juga sangat penting untuk menopang produktivitas lahan pertanian.
Jaringan irigasi di wilayah itu sekitar 1.200 meter dan mengairi ratusan petak sawah masyarakat.
Komandan Korem (Danrem) 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch Sjasul Arief menyampaikan, tingginya partisipasi dan semangat gotong royong masyarakat sepanjang kegiatan membuktikan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu menjadi penggerak utama kemajuan daerah.
“Mewakili seluruh prajurit dan segenap unsur yang tergabung dalam Satgas, kami menyampaikan permohonan maaf jika selama berinteraksi terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan di hati masyarakat,” ujarnya.
Adapun hasil sasaran kegiatan yang dicapai meliputi tiga aspek utama, yaitu sasaran fisik, sasaran tambahan, dan sasaran nonfisik.
Pada sasaran fisik, seluruh program kerja telah rampung 100 persen. Terdiri dari pengerjaan perabatan Jalan Usaha Tani sepanjang 60 meter dan pentalutan jalan usaha tani sepanjang 1.130 meter.
Baca Juga: Mahasiswa Unram Turun Tangan Dukung TMMD Bangun Desa Giri Madia
Termasuk menyelesaikan sasaran tambahan dengan capaian 100 persen, meliputi rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan empat unit sumur bor, pembangunan tower air atau bak penampungan, serta rehabilitasi fasilitas MCK dan tempat wudu.
“Untuk sasaran nonfisik, seluruh rangkaian kegiatan penyuluhan, sosialisasi, dan pelayanan masyarakat juga telah terlaksana secara menyeluruh. Mulai dari penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi rekrutmen prajurit TNI, penyuluhan bahaya narkoba, penanggulangan bencana alam, serta edukasi cara hidup sehat,” katanya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida