Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SDN 1 Jerowaru Butuh Renovasi, Hampir 90 Persen Bangunan SD Rusak

Supardi • Senin, 1 Juni 2026 | 08:44 WIB
BANGUNAN RUSAK: Muhyi kepala sekolah SDN 1 Jerowaru saat melihat kondisi bangunan yang mulai berjatuhan gentengnya.
BANGUNAN RUSAK: Muhyi kepala sekolah SDN 1 Jerowaru saat melihat kondisi bangunan yang mulai berjatuhan gentengnya.

LombokPost-Bangunan SDN 1 Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, sangat memprihatinkan dan membahayakan para siswa. Sebagian atap sekolah sudah lapuk dan mulai berjatuhan. Kondisi ini terjadi karena bangunan sekolah sudah termakan usia.

"Satu ruangan atapnya sudah jatuh di sejumlah bagian akibat diguyur hujan beberapa hari lalu. Termasuk ruangan guru juga cukup parah," terang Kepala Sekolah SDN 1 Jerowaru Muhyi kepada Lombok Post.

Ruangan yang ditempati siswa kelas satu itu telah dikosongkan sejak dua bulan lalu. Sebab, atap bangunan sudah mulai lapuk. Sebagian kayu dan genteng sudah berjatuhan, seperti di teras sekolah dan belakang sekolah.

Baca Juga: Dikbud Lotim Larang Konvoi dan Study Tour, Imbauan Kegiatan Kelulusan untuk Sekolah

Selain bagian atap, tembok kelas juga rusak. Tiang bangunan sudah keropos dan berlubang di sejumlah bagian. Bahkan, besi di dalam tiang sudah terlihat dan kondisinya parah. Termasuk lantai dan kusen sekolah sudah rusak dimakan rayap.

"Sebelumnya kelas ini masih digunakan. Tapi begitu saya pindah ke sini dua bulan lalu, saya minta kelasnya dikosongkan. Karena sangat berbahaya," jelasnya.

Hujan yang terjadi berturut-turut beberapa hari lalu membuat atap sekolah kembali berjatuhan, terutama di teras depan kelas. Sehingga pihak sekolah memberi batas pada akses teras dan kelas itu agar siswa tidak bermain di sekitarnya.

"Hampir 90 persen bangunan di sekolah ini sudah rusak dan butuh renovasi. Bukan tiga ruangan ini saja yang sudah rusak, tapi bangunan yang lain juga rusak," jelasnya.

Saat ini, siswa kelas satu digabung dengan kelas dua. Kondisi ini diakui membuat siswa tidak bisa fokus belajar. Muhyi berharap sekolah itu segera diatasi agar bangunan tidak roboh tiba-tiba dan membahayakan keselamatan siswa.

"Kami tidak mau kejadian yang sama seperti di Mataram beberapa hari lalu menimpa anak murid kami. Kami harap Pemkab Lotim, dalam hal ini Dikbud Lotim, segera merenovasinya," pungkasnya.

Baca Juga: RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur Segera Diresmikan, Perkuat Layanan Kesehatan dan Pendidikan Dokter

Sementara itu, Kepala Unit Dikbud Jerowaru Lalu Sri Gede Kadindi menyampaikan, dirinya sudah memantau dan melaporkan kondisi sekolah itu kepada Bidang SD dan Kadis Dikbud Lotim. Kondisi sekolah itu diakui memang sudah termakan usia karena belasan tahun tidak pernah direnovasi.

"Bangunannya memang sudah lama. Kayu-kayunya sudah lapuk. Bersyukurlah saat gentengnya jatuh tidak ada anak-anak yang melintas di teras sehingga tidak ada korban jiwa. InsyaAllah akan segera ditindaklanjuti," katanya.

Editor : Akbar Sirinawa
#roboh #sekolah rusak #SDN #Lapuk #Jerowaru