Lombok post-Proses penjangkauan murid baru Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur (Lotim) tahun ajaran 2026 telah melampaui kuota yang ditargetkan sebanyak 90 orang. Hasil penjangkauan sudah menembus 348 anak.
"Kuota tahun ini 90 orang, yang sudah terjaring dari anak miskin yang masuk dalam desil 1-2 atau miskin ekstrem sudah 348 orang," terang Kepala SRMA 38 Lotim Ahmad Apandi kepada Lombok Post, Senin (8/6).
Proses penjangkauan calon siswa akan berlangsung hingga 15 Juni mendatang. Setelah penjangkauan, tim akan melakukan kroscek dan wawancara kepada calon siswa dan keluarga.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kelebihan Peminat, Penjangkauan Siswa Tembus 42 Ribu Anak
Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan pemeringkatan oleh BPS berdasarkan desil dan hasil verifikasi di lapangan. Langkah itu untuk memastikan anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin ekstrem.
"Yang melakukan penjangkauan adalah tim pendamping PKH, BPS dan Tim Dinsos. Setelah dilakukan kroscek dan wawancara selanjutnya akan dirangking oleh BPS berdasarkan desil," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Koordinasi Kabupaten (Katimkab) PKH Lotim LB Saaroni mengatakan, Kementerian Sosial telah menurunkan data anak-anak kategori miskin ekstrem atau yang masuk desil 1-2 untuk diverifikasi. Data itu menjadi dasar proses penjangkauan siswa baru Sekolah Rakyat, baik SRMA maupun SRD Lotim.
Baca Juga: Legislator Udayana dan Senayan Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbawa
"Jadi data yang dikirim Kemensos itu kita verifikasi dulu, data itu tidak serta-merta bisa masuk, karena banyak memang tidak memenuhi kriteria setelah diverifikasi," jelasnya.
Dari hasil penjangkauan, calon siswa SRMA 38 Lotim yang telah terverifikasi sebanyak 348 orang. Jumlah ini melebihi kuota yang ditetapkan sebanyak 90 orang. Sementara untuk SRD, calon siswa yang telah dijangkau mencapai 60 orang atau sudah memenuhi kuota yang ditentukan.
Kata Saaroni, selain data dari Kemensos, masyarakat yang benar-benar miskin tetapi tidak masuk dalam data tetap akan diusulkan untuk masuk program ini.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat KLU Kejar Target Peluncuran Nasional
"Kita punya aplikasi Stara untuk menjangkau calon siswa. Di sana ada data non prilis namanya, jika ada anak yang memang dari anak orang miskin maka kita tetap jangkau," jelasnya.
Setelah penjangkauan, calon siswa akan melalui pemeringkatan bersama Tim PKH, Dinsos, dan PKH. Tahapan ini untuk menetapkan siswa yang masuk Sekolah Rakyat benar-benar anak dari keluarga miskin dan tepat sasaran.
Setelah itu, tim akan menetapkan calon siswa SRMA dan SRD. Calon siswa akan mendapat SK dari Bupati untuk SRD 3 Lotim dan SK Gubernur untuk SRMA 38 Lotim.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jadi Senjata Baru Hapus Kemiskinan Ekstrem
"Setelah perangkingan nanti mereka akan ditetapkan oleh Gubernur untuk siswa SRMA dan SRD oleh Bupati. Baru mereka akan dibawa ke asrama SR untuk mengikuti program," tutupnya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida