Lombokpost-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, akhirnya padam pada Kamis (11/6) sore. Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (9/6) siang itu mengakibatkan 282 hektare lahan terdampak.
“Alhamdulillah setelah tim berjibaku selama tiga hari, akhirnya api berhasil dipadamkan kemarin sore menjelang malam,” terang Pengelola Bukit Sempana Sipawarman, Jumat (12/6).
Semua titik api dan bara api dipastikan sudah padam total. Langkah ini untuk mengantisipasi kebakaran susulan. Kendati api sudah padam 100 persen, pendakian di bukit itu masih ditutup sementara.
Baca Juga: Karhutla Bukit Sempana di Sembalun Meluas hingga 116 Hektare
Penutupan pendakian diperkirakan berlangsung sekitar dua minggu ke depan. Pengelola akan membuka kembali jalur pendakian setelah kondisi bukit benar-benar membaik dan debu sisa kebakaran hilang.
“Setelah kebakaran kondisi bukit masih panas dan juga berdebu. Ini akan mengganggu kesehatan pengunjung. Untuk itu kunjungan akan kita buka lagi setelah semuanya benar-benar membaik,” jelasnya.
Setelah kebakaran ini, pengelola juga akan memperbaiki jalur pendakian, area camping, maupun lokasi parkir pengunjung. Langkah itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung ketika kawasan kembali dibuka.
Baca Juga: Dinas LHK NTB Maksimalkan Pencegahan Karhutla Imbas Perambahan Hutan Jadi Lahan Jagung
Pengelola berharap rumput-rumput di bukit kembali tumbuh menjelang Agustus. Sebab, pengunjung biasanya ramai setiap Agustus, terutama pada 17 Agustus.
Sementara itu, Kepala KPH Rinjani Timur Resort Sembalun Supandi menyampaikan, kebakaran mengakibatkan lahan terdampak diperkirakan mencapai 282 hektare. Titik api bahkan sempat menjalar ke bukit lain.
“Api sudah sampai di bukit sebelah, Bukit Jaran Kurus, tapi beruntung apinya bisa segera dipadamkan. Sekarang sudah tidak ada titik api. Kendala utama pemadaman api yakni medan yang curam dan minimnya peralatan,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa