Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Kegiatan Open House SRMA 38 Lombok Timur, Gelar Pentas Seni, Tampilkan Hasil Karya, dan Ajang Refleksi Satu Tahun SRMA

Supardi • Senin, 22 Juni 2026 | 13:40 WIB
PAMER KARYA: Siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 38 Lombok Timur memamerkan hasil karya mereka.
PAMER KARYA: Siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 38 Lombok Timur memamerkan hasil karya mereka.

LombokPost-Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur (Lotim) menggelar Open House satu tahun perjalanan program sekolah Rakyat. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi namun juga menjadi ajang memperkenalkan Sekolah Rakyat dan karya-karya siswa. 

Ratusan tamu undangan pagi itu memadati lapangan sekolah. Tepuk tangan sesekali bergemuruh saat anak-anak tampil di atas panggung. Penampilan mereka seakan menghipnotis hadirin. Tak sedikit tamu undangan menyembunyikan haru di wajah mereka.

Anak-anak itu siswa-siswi SRMA 38 Lotim. Sebagian besar berasal dari keluarga miskin ekstrem. Hari itu, mereka menggelar Open House satu tahun program dan perjalanan SRMA 38 Lotim.

Baca Juga: Penjangkauan Siswa Baru SRMA 38 Lotim Tembus 348 Anak

Kepala SRMA 38 Lotim Ahmad Apandi mengatakan, kegiatan Open House bertujuan menyosialisasikan perjalanan satu tahun sekolah rakyat kepada orang tua wali hingga masyarakat. 

"Open House ini kita mengundang masyarakat, tokoh adat, tokoh agama di sekitar sekolah dan juga pemerintah serta juga perguruan tinggi, supaya mereka lebih mengetahui SRMA," terang Apandi kepada Lombok Post seusai acara, Sabtu (20/6).

Pada acara itu, siswa menampilkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari seni bela diri, pramuka, tari, puisi, hingga pidato lima bahasa.

Baca Juga: Belajar Geometri Tak Lagi Membosankan, Siswa SRMA 38 Lombok Timur Antusias Gunakan Media Digital

Selain itu, sekolah juga menggelar pameran hasil karya siswa dari kegiatan vokasi. Ada baju hasil vokasi menjahit, kain batik, berbagai aneka roti, dan beberapa karya lainnya.

"Meskipun mereka baru beberapa bulan mengikuti kegiatan vokasi namun mereka sudah bisa membuat sejumlah produk," jelasnya.

Apandi menyebut, selain Open House, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pembagian rapor. Sekolah juga melepas kepulangan siswa ke rumah masing-masing untuk libur selama dua minggu ke depan.

Baca Juga: Kiprah Irfan Sohandi, Murid Pertama SRMA 38 Lotim, Sempat Daftar Jadi Pekerja Migran, Kini Wakili NTB Hingga Tingkat Nasional

Meski sedang libur, wali asuh dan wali asrama tetap memonitor siswa di rumah masing-masing. Tujuannya, memantau perkembangan anak selama berada di rumah. Dengan begitu, siswa tetap menjalankan kebiasaan baik yang sudah dilakukan di sekolah.

"Mereka juga kita kasih buku untuk diisi dengan kegiatan harian mereka. Nanti setelah balik ke sekolah, akan dikumpulkan dan kita cek apa sih kegiatan mereka di rumah selama libur," katanya.

SRMA 38 Lotim mengembangkan tiga kurikulum. Yakni kurikulum nasional, kurikulum keagamaan, dan kurikulum vokasi. Untuk kurikulum nasional, sekolah mengikuti pola SMA/SMK pada umumnya.

Baca Juga: Siswa SRMA 38 Lotim Dibina ala Ponpes

Kurikulum keagamaan dikembangkan melalui kegiatan keasramaan layaknya pondok pesantren. Mulai dari mengaji, tahfiz, salat, dan kegiatan keagamaan lainnya.

"Di awal-awal banyak anak kita yang belum terbiasa dengan siklus ini. Masih banyak yang bangun kesiangan dan tidurnya kemalaman. Karena belum terbiasa, sehingga untuk mengubah kebiasaan di rumah ke lingkungan asrama itu butuh perjuangan," katanya. (*/r7)

 

Editor : Kimda Farida
#SRMA 38 Lombok Timur #miskin ekstrem #Sekolah Rakyat #Lotim #Desil 1 dan 2