LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) bersama Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) mengembangkan aplikasi
Early Warning System (EWS) Gumi Sasak. Aplikasi mitigasi bencana berbasis kearifan lokal itu disiapkan untuk membantu deteksi
potensi bencana di Lotim, mulai tsunami, kebakaran, hingga banjir.
”Kami sampaikan apresiasi atas dipilihnya Lotim sebagai lokus pengembangan program aplikasi Early Warning System (EWS) Gumi Sasak. Sebuah sistem
tata kelola pemerintahan, khususnya di sektor mitigasi dan manajemen kebencanaan,” terang Bupati Lotim
Haerul Warisin saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD), Rabu (1/7).
Inovasi ini diharapkan dapat mengintegrasikan kearifan lokal dan menyematkan fitur berbahasa Sasak untuk mendeteksi potensi berbagai bencana. Sehingga sistem ini diharapkan membantu
masyarakat, terutama di daerah pesisir.
Baca Juga: Distan Lotim Minta Petani Perkuat Mitigasi Tembakau
Keberadaan inovasi ini juga diharapkan dapat mengurangi dampak bencana. Apalagi, Lotim memiliki garis pantai panjang. Dengan inovasi ini, mitigasi
bencana dapat dilakukan lebih cepat.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti UMJ Azhari Aziz Samudra memaparkan, aplikasi mitigasi bencana yang tengah dikembangkan itu dirancang secara terintegrasi, berbiaya murah, namun memiliki fungsionalitas tinggi.
”Aplikasi ini dalam tahap
pengembangan dan menyediakan 16 fitur pendeteksi kebencanaan yang namanya disesuaikan dengan bahasa lokal agar inklusif dan mudah dipahami masyarakat luas,” katanya.
Baca Juga: Brigade Masjid BKPRMI NTB Latih Remaja Masjid Hadapi Bencana
Sistem ini juga sudah dilengkapi teknologi berbasis GPS untuk memetakan titik koordinat secara akurat. Fitur itu memudahkan OPD terkait dalam mengambil tindakan darurat.
Platform ini akan dioperasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim sebagai verifikator utama.BPBD nantinya wajib menyediakan mode siaga 24
jam penuh untuk menyaring
laporan masyarakat sebelum berkoordinasi dengan dinas terkait.
Ke depan, program ini diproyeksikan
tidak hanya untuk sektor kebencanaan. Namun, akan dirancang agar dapat terintegrasi dengan program kerja lainnya untuk mewujudkan tata kelola smart city
di Lotim. (par/r7)