Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dukcapil Lotim Kejar Aktivasi IKD 200 Ribu Jiwa

Supardi • Rabu, 8 Juli 2026 | 09:23 WIB
DOKUMEN DIGITAL: Masyarakat Lombok Timur sedang mengantre untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital
DOKUMEN DIGITAL: Masyarakat Lombok Timur sedang mengantre untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital. 

LombokPost-Progres aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Lombok Timur baru mencapai 63.888 orang dari total wajib KTP sebanyak 1.010.319 jiwa.

Dukcapil Lotim terus mengejar target aktivasi 200.263 jiwa pada 2026, terutama untuk mendukung uji coba Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis digital.

"Target aktivasi IKD kita di tahun 2026 sebanyak 200.263 jiwa," terang Kabid Pemanfaatan Data Dukcapil Lotim Musa Azhari, Selasa (7/7).

Kata dia, capaian ini dinilai cukup tinggi. Mengingat Lotim menjadi salah satu kabupaten terpilih untuk uji coba Perlindungan Sosial (Perlinsos) atau bantuan sosial berbasis digital di 40 kabupaten/kota di Indonesia.

Baca Juga: Lembur di Hari Libur! Dukcapil Mataram Diserbu Orang Tua Murid Demi Amankan IKD untuk SPMB 2026

Salah satu syarat untuk bisa mengakses Perlinsos adalah mengaktivasi IKD. Untuk itu, Dukcapil terus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Terutama untuk aktivasi IKD bagi kebutuhan pendaftaran Perlinsos.

"Kami juga memaksimalkan pelayanan di sekolah, di desa maupun di kecamatan, untuk melakukan aktivasi," jelasnya.

Ia memastikan data masyarakat aman karena dijamin negara. Data administrasi kependudukan masyarakat sudah terintegrasi dengan pemerintah pusat melalui aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Baca Juga: Aktivasi IKD di Lotim Baru 6 Persen

Untuk aktivasi IKD, masyarakat harus mengunduh aplikasi di HP. Setelah itu, masyarakat memindai barcode di Kantor Dukcapil atau UPTD Dukcapil terdekat.

Ia menekankan, proses pemindaian barcode hanya dilakukan di kantor UPTD Dukcapil atau tatap muka langsung dengan petugas. Jika ada panggilan telepon untuk aktivasi IKD dan meminta data masyarakat dengan mengatasnamakan Dukcapil, dipastikan itu penipuan.

"Masyarakat jangan melayani panggilan untuk aktivasi IKD, karena Dinas Dukcapil tidak pernah menghubungi perorangan untuk melakukan scan barcode, minta data masyarakat apalagi minta biaya, semuanya gratis," jelasnya.

Baca Juga: Bye-Bye Fotokopi! Begini Cetak Biru Transparansi Layanan Publik Mataram Lewat Aplikasi IKD

Sementara itu, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dukcapil Lotim Cipto Tri Utomo menambahkan, keberadaan IKD akan memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan publik. Seperti mengakses perbankan, kesehatan, dan berbagai pelayanan berbasis digital lainnya.

"Dari sisi keamanan, IKD dilengkapi sistem perlindungan berlapis, mulai dari PIN atau kode akses hingga verifikasi wajah. Fitur ini dirancang untuk menjaga keamanan data pribadi sekaligus meminimalkan risiko penyalahgunaan maupun pemalsuan identitas," terangnya.

Kata dia, aplikasi IKD tidak hanya menampilkan KTP digital. Aplikasi itu juga terintegrasi dengan berbagai informasi penting lainnya. Seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kartu vaksin COVID-19, data kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB/STNK), hingga informasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
#Identitas Digital #dukcapil #ktp #adminduk #ikd