Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wabup Lombok Timur: Kedai Kopi Menjamur, Bukti Anak Muda Makin Kreatif dan Buka Lapangan Kerja

Supardi • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:45 WIB
Moh. Edwin Hadiwijaya
Moh. Edwin Hadiwijaya

 
LombokPost - Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh. Edwin Hadiwijaya mencermati bahwa tren pertumbuhan kedai kopi di Lotim saat ini berkembang sangat pesat. Hal itu terlihat dari mulai dari kawasan perempatan Pancor hingga Selong,  terdapat kedai kopi di sisi kiri dan kanan jalan yang dikelola oleh anak muda.

"Maraknya bisnis kedai kopi tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja. Ini juga membuktikan bahwa pemuda Lotim memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat dan mampu membaca peluang pasar, " Terang Wakil Bupati Lotim Moh. Edwin Hadiwijaya sata meresmikan kedai kopi Grand Opening sebuah kedai Kopi di Kecamatan Selong.

Wabup juga mengapresiasi komitmen kedai tersebut  yang sangat berpihak kepada kelompok difabel. Wabup juga memberikan apresiasi kepada Baznas RI yang telah mengambil langkah tepat berkolaborasi dengan  akademisi, lembaga filantropi, dan sektor usaha kreatif seperti ini.

Baca Juga: Sensasi Ngopi Bernuansa Kabin Kapal di Sejuknya Aik Bukak, Memorabilia, Kisah Pelayaran, dan Kopi Racikan Ahmad Zaelani Jadi Daya Tarik bagi Pelancong

Ia percaya langkah ini akan menjadi formula kuat dalam menggerakkan roda ekonomi daerah secara inklusif di Lotim. Pemkab Lotim terus berupaya untuk menggerakkan perekonomian melalui berbagai ruang publik, seperti optimalisasi Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) yang digelar di berbagai titik di Lotim. Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga daya tahan UMKM lokal.

"Secara makro, pertumbuhan ekonomi Lotim pada Triwulan I tahun 2026 mencatatkan angka yang cukup impresif, yakni mencapai 7,83 persen, "terangnya.

Kendati demikian, ia memberikan catatan bahwa angka pertumbuhan ini belum sepenuhnya merata. Berdasarkan data per Maret 2026, kesejahteraan pada Desil 1 hingga Desil 5 masih mencakup sekitar 300 ribu Kepala Keluarga (KK).

Baca Juga: Gara-Gara Peluit Pro-Argentina, Wasit François Letexier Kena 'Banned' di Kafe Kopi Yaman, Netizen Serbu Kolom Komentar!

Kehadiran kedai kopi ini diharapkan mampu menjadi salah satu generator yang mendongkrak pemerataan pertumbuhan ekonomi di akar rumput.

"Dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. Pemkab Lotim tengah gencar menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan," Katanya.

Ia juga menegaskan bahwa, program stimulasi usaha seperti subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui program Lotim Berkembang akan terus digulirkan untuk menjamin kemudahan modal bagi masyarakat.

Baca Juga: Kupinde, Kedai Kopi Kontainer yang Cetak Barista Andal, Jadi Tempat Nongkrong Favorit Bule di Tetebatu Selatan
Sementara itu, Perwakilan Baznas RI Lalu Abdul Muhyi Abidin  menjelaskan bahwa kehadiran gerai kopi ini merupakan bagian dari program Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-Kopi) dari Baznas RI untuk mendorong kemandirian ekonomi. Kedai di Lotim ini menjadi salah satu percontohan gerai besar yang menyasar klaster strategis, termasuk dunia pendidikan.

" Baznas tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga ingin membangun ekosistem syariah dan budaya bersedekah," Katanya.

Rektor Universitas Hamzanwadi  Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyampaikan rasa syukur atas  kolaborasi dengan Baznas. Predikat Universitas Hamzanwadi sebagai Kampus Inklusif tidak boleh hanya menjadi slogan di atas kertas atau sekadar papan nama prodi.

Baca Juga: Desa Pakuan Kembangkan Ekowisata Kopi dan Air Terjun  ​

"Kami tidak ingin konsep inklusif ini hanya megah di baliho atau papan nama kampus. Inklusi harus benar-benar diterapkan secara nyata. Dalam konteks pendidikan dan dakwah, inklusivitas adalah nilai fundamental yang harus kita pegang erat untuk membangun bangsa ini," tegasnya.

Ia meyakini potensi luar biasa yang dimiliki oleh kelompok difabel. Menurutnya, keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berdaya.

"Saudara-saudara kita dari kelompok disabilitas ini seringkali jauh lebih hebat dari kita. Mereka mungkin memiliki kekurangan dari sisi fisik, tetapi sesungguhnya mereka dibekali kekuatan hati yang luar biasa besar. Mereka terus berjuang (struggle) untuk menggapai cita-cita dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,"katanya.

Baca Juga: Upaya Satria Efendi Mengembangkan Desa Wisata Santong. Kombinasikan Air Terjun, Kopi dan Cengkeh untuk Gaet Wisatawan

Melalui pengelolaan kedai ini Universitas Hamzanwadi siap membuktikan kepada pemerintah dan masyarakat luas bahwa warga difabel adalah individu yang produktif. 

Editor : Marthadi
#kedai #Baznas #usaha #kopi #Ekonomi