LombokPost-Shelter bus untuk menaikkan dan menurunkan wisatawan di Sembalun belum dimanfaatkan secara maksimal. Bangunan itu kini mangkrak dan dipenuhi rumput liar.
“Iya, tidak pernah dimanfaatkan. Shelter di Sembalun itu dibangun Kementerian Perhubungan,” terang Kepala Dinas Perhubungan Lotim Muhammad Safwan, Jumat (24/7).
Menurut dia, shelter itu sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pemberhentian angkutan wisatawan menuju Sembalun. Terutama bus Layanan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dari arah Pancor, Lotim, maupun Bangsal, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Baca Juga: Dinas Perhubungan Lombok Timur Evaluasi Jadwal Angkutan KSPN Sembalun
Shelter itu masih menjadi aset Kementerian Perhubungan. Dinas Perhubungan Lotim telah mengusulkan agar aset itu dihibahkan kepada pemerintah daerah sehingga dapat dikelola secara maksimal.
“Kami sudah ajukan supaya bisa dihibahkan. Sehingga bisa nanti kita manfaatkan, dan kita lakukan penambahan fasilitas yang lain,” katanya.
Safwan mengakui shelter itu belum dimanfaatkan secara maksimal karena wisatawan yang berkunjung ke Sembalun jarang menggunakan angkutan umum. Fasilitas pendukung di lokasi juga belum lengkap.
Baca Juga: Tiga Bale Adat Sembalun Belum Jadi Cagar Budaya
“Sarana prasarana pendukungnya masih minim. Seperti kamar mandi atau toilet di tempat itu juga tidak tersedia. Angkutan umum jarang ke Sembalun,” katanya.
Menurut dia, layanan angkutan KSPN menuju Sembalun juga belum berjalan maksimal. Bus pengangkut penumpang jarang terisi penuh karena banyak masyarakat belum mengetahui layanan transportasi itu. Padahal, biaya angkutannya hanya Rp 20 ribu. Layanan itu juga dinilai lebih nyaman dan aman karena menggunakan kendaraan baru dan sehat.
“Ada tiga armada yang disiapkan untuk melayani masyarakat yang hendak ke Sembalun dan tiga-tiganya kendaraan bagus dan tentunya lebih aman dan nyaman,” tutupnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post