LonbokPost-Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri diagendakan melakukan kunjungan kerja ke Sembalun, Lombok Timur (Lotim). Kedatangan keduanya untuk meninjau perkembangan Sembalun sebagai sumber benih bawang putih nasional.
“Pak Kapolri dan Presiden rencananya mau ke Lotim, ke Sembalun. Tapi yang sudah positif itu Kapolri saja, kalau Pak Presiden masih tentatif,” kata Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin, Jumat (31/7).
Haerul mengatakan, program sumber benih bawang putih sejauh berjalan dengan baik. Hanya saja, ada kendala berupa ketersediaan gudang penyimpanan bawang putih pascapanenr. Petani belum mampu menyiapkan dan membangun gudang dengan kapasitas memadai.
Baca Juga: Gerakan Tanam Cabai di SMAN 1 Sembalun Berhasil, One Student One Chili Mulai Panen Harapan
“Yang kami keluhkan pada saat Pak Menteri datang kemarin, yaitu gudang tempat penyimpanan benih bawang putih. Masyarakat tidak mampu membangun gudang tempat penyimpanan yang lebih banyak,” katanya.
Lahan untuk pembangunan gudang penyimpanan juga belum tersedia. Namun, Pemkab Lotim siap memfasilitasi penyediaan lahan.
Pemkab Lotim akan berkomunikasi dengan PT Sampoerna Agro terkait pemanfaatan lahan HGU. Pemanfaatan lahan itu dapat dilakukan melalui skema hibah atau kerja sama kawasan di Sembalun.
Baca Juga: Sajang Coffee Promosikan Sembalun Lewat Secangkir Kopi
Kedatangan Kapolri juga direncanakan untuk peletakan batu pertama pembangunan gudang penyimpanan bawang putih di Sembalun. “Rencananya gudang yang dibuat cukup besar, anggarannya sekitar Rp 5 miliar. Gudang ini tempat penampungan hasil penanaman bawang putih yang akan kita jadikan benih nasional,” katanya.
Haerul mengapresiasi keterlibatan Polri dalam mengawal program swasembada bawang putih, khususnya di Sembalun. Keterlibatan itu dinilai dapat menjaga kualitas produksi benih bawang putih.
“Berbicara kualitas produksi, kita akan kawal mulai dari proses awal, bagaimana kesiapan, benih-benih umur berapa, benih seperti apa, daya tumbuh benihnya seperti apa, kemudian pemupukannya seperti apa, pola tanam seperti apa,” tutupnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post