LombokPost-Destinasi wisata di Lombok Timur (Lotim) tidak selalu berbicara soal pantai dan air terjun. Ada beberapa destinasi alam yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, seperti wisata Gua Kopong di Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik
Suara gemercik air yang jatuh dan mengalir dari celah-celah bebatuan menyambut siapa saja yang berkunjung ke destinasi wisata Gua Kopong. Destinasi ini memadukan wisata air terjun, kolam, dan aliran sungai yang sangat jernih dan dingin.
Meski lokasinya tidak jauh dari Kecamatan Masbagik yang padat penduduk, pengunjung bisa merasakan cuaca dan udara khas pegunungan di tempat ini. Suasana itu seperti di tempat wisata alam lainnya, seperti Timbanuh maupun Sembalun. Hal ini menjadi salah satu daya tarik wisata Gua Kopong.
Baca Juga: Pemkab Lotim Mulai kelola Wisata Otak Kokoq Joben
Pengelola wisata Gua Kopong Mulyadi menyampaikan, wisata ini hampir tidak pernah sepi setiap hari, terutama saat akhir pekan. Mengingat lokasinya yang tidak jauh dari kota, wisata ini mudah dijangkau. Daya tarik lainnya ialah airnya yang jernih dan cukup dingin. Bahkan, airnya tidak pernah keruh meskipun musim hujan.
“Walaupun sedang hujan airnya tetap jernih. Apalagi saat musim kemarau seperti sekarang ini airnya semakin jernih dan airnya tidak pernah surut,” terang Mulyadi, Senin (7/9).
Dikatakan, wisata ini sebelumnya dikenal dengan nama Wisata Pancor Kopong. Sebab, lokasinya berada di Dusun Pancor Kopong, Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, yang berbatasan dengan Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela. Namun, destinasi ini sekarang lebih dikenal dengan Gua Kopong karena di lokasi wisata itu terdapat gua di sumber mata air.
Baca Juga: Wisatawan dan Pengelola Wisata Lotim Dilindungi Asuransi
Wisata ini memiliki tiga kolam dengan ukuran dan kedalaman berbeda-beda yang diperuntukkan bagi anak-anak, remaja, hingga dewasa. Air kolam berasal langsung dari mata air.
“Mata air ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar, baik di Masbagik maupun di Pringgasela. Namun masyarakat mengembangkannya menjadi destinasi wisata sejak tiga tahun terakhir ini dengan membangun akses jalan dan berbagai fasilitas lainnya,” katanya.
Meski wisata ini sudah didukung pembangunan infrastruktur jalan dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya, pengelola tetap menjaga karakter alami kawasan. Mereka tidak terlalu banyak mengubah sumber mata air dan tempat itu.
Baca Juga: Bupati Lotim Janji Perbaiki Jalan Wisata Tetebatu Demi Kenyamanan Wisatawan
Tiket masuk ke destinasi wisata ini juga sangat terjangkau, hanya Rp 4 ribu per orang. Harga itu sudah termasuk tiket dan parkir. Pengunjung selanjutnya langsung bisa menikmati semua fasilitas yang ada.
“Kita tidak membuat tarif tinggi supaya bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Yang kami utamakan adalah kebersihan, keamanan dan kenyamanan pengunjung,” katanya.
Selain mengedepankan kebersihan, pengelola juga membatasi kendaraan roda empat masuk ke area wisata. Hal ini dilakukan untuk menjaga lingkungan agar tidak mudah rusak serta mengantisipasi sampah yang menumpuk.
Baca Juga: Bikin Turis Celaka, Pelaku Wisata Swadaya Timbun Jalan Rusak di Lotim
Dikatakan, destinasi ini hampir tidak pernah sepi setiap hari. Pada hari biasa, kunjungan bisa mencapai 400 orang, bahkan lebih. Sementara pada hari-hari libur, kunjungan bisa tembus hingga seribu orang.
“Apalagi kalau libur panjang, pengunjung selalu ramai, karena wisata ini bukan hanya untuk lokasi berenang. Tapi Wisatawan juga bisa menikmati suasana alam yang sejuk, aliran sungai yang sangat jernih,” bebernya. (*/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post