LombokPost-Para tour organizer (TO) di Gunung Rinjani diwajibkan membawa alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Ketentuan itu merupakan inisiatif para TO dan bukan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) pendakian TNGR.
“Aturan membawa APAR ke Gunung Rinjani ini merupakan inisiatif dari para tour organizer. Bukan termasuk standar operasional prosedur pendakian,” terang Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR Astekita Ardiaristo, Rabu (10/9).
Kendati demikian, dia mengapresiasi inisiatif para TO itu sebagai langkah mitigasi dan kesiapan untuk mengantisipasi kebakaran di Gunung Rinjani.
Baca Juga: Rinjani Masuk Kewaspadaan Karhutla, Guide dan Porter Dibekali APAR
Astekita menegaskan, membawa APAR juga bukan menjadi syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan pendakian.
Namun, langkah itu hanya sebagai bentuk kepedulian TO terhadap potensi karhutla di Rinjani.
“Semacam pertolongan pertama kalo misal melihat atau ada api di Rinjani,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Tour Organizer Senaru (ATOS) Munawir menyampaikan, kebijakan itu merupakan inisiatif para pelaku wisata sebagai langkah antisipasi dan tanggung jawab bersama untuk menjaga Rinjani.
Baca Juga: Balai TNGR Pastikan Pembatasan Pendakian Rinjani Tetap Jalan
“Istilahnya sedia payung sebelum hujan. Ini Bukan aturan dari TNGR, tetapi kesadaran asosiasi dan forum pelaku wisata,” ujarnya.
Aturan itu berlaku selama pembatasan pendakian ke Rinjani hingga musim hujan tiba.
Setiap TO diharuskan membawa satu APAR ukuran 1 kilogram yang telah memenuhi standar sehingga ketika ada kebakaran kecil bisa langsung ditangani.
Selain membawa APAR, para TO juga telah mendirikan Posko Karhutla di pintu masuk pendakian.
Mereka juga memasang spanduk untuk sosialisasi dan imbauan kepada para pendaki dalam mengantisipasi karhutla.
Baca Juga: Forum Wisata Lingkar Rinjani Tolak Pembatasan Pendakian
“Di beberapa titik strategis kami sudah bangun pos dan memasang plang untuk sosialisasi pencegahan karhutla,” katanya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post