Empat Tahun Putus, Jembatan Ulem-Ulem Bakal Dibangun Lagi

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 06:02 WIB
TERDAMPAK BENCANA: Seorang warga melihat kondisi jembatan Ulem-Ulem Desa Tetebatu yang putus akibat diterjang hujan lebat pada tahun 2022 silam.
TERDAMPAK BENCANA: Seorang warga melihat kondisi jembatan Ulem-Ulem Desa Tetebatu yang putus akibat diterjang hujan lebat pada tahun 2022 silam.  

 

LombokPost-Jembatan Ulem-Ulem di Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, yang ambruk pada November 2022 lalu, akhirnya mendapat angin segar untuk segera direnovasi. Pemkab Lombok Timur (Lotim) menerima dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana senilai Rp 11,3 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang salah satunya dialokasikan untuk jembatan itu.

“Alhamdulillah kalau akan direnovasi. Insya Allah kalau sudah jadi, wisata kita akan berkembang, kunjungan wisatawan akan meningkat lagi,” terang Kepala Desa Tetebatu Sabli saat dikonfirmasi Lombok Post, Jumat (6/11).

Kata dia, sebelum jembatan itu ambruk, lokasi tersebut kerap dijadikan sebagai tempat berbagai kegiatan dan acara skala lokal hingga nasional. Mengingat wisata Ulem-Ulem dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Baca Juga: Jembatan Putus, Siswa TK-SD di Jember ke Sekolah Naik Getek

“Mungkin yang tersisa kegiatan masyarakat dan kegiatan ekonomi itu 10 atau 15 persen. Kalau dulu banyak acara, bahkan pak Sandiaga Uno saat menjadi Menteri Pariwisata juga pernah membuat kegiatan di sana. Sekarang sepi,” jelasnya.

Sejak jembatan putus, mobilitas masyarakat Tetebatu dan desa-desa tetangga seperti Joben dan Peringgajurang Utara cukup terganggu. Hal ini membuat Pemdes Tetebatu tidak pernah menggelar kegiatan lagi di tempat itu.

Ulem-Ulem sebelumnya merupakan salah satu destinasi andalan Desa Tetebatu dan sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Mengingat jalan tersebut merupakan jalan pintas penghubung antardusun dan antara Desa Tetebatu dengan desa-desa lainnya.

Baca Juga: Bupati Lotim Minta Program 2027 Tepat Sasaran, Jembatan Putus Jadi Prioritas

“Desa Tete Batu itu terbagi menjadi dua bagian besar, di sebelah timur kali ada empat dusun. Terus di sebelah barat itu enam dusun, jadi jembatan itu sangat vital sekali,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lotim Haerul Warisin menyampaikan, Pemkab Lotim menerima alokasi dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana senilai lebih dari Rp 11,3 miliar dari pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat terhadap pemulihan infrastruktur di Lotim,” terangnya.

Baca Juga: Jembatan Pancor-Sekarteja Nyaris Putus

Dengan dicairkannya dana hibah ini, proses pengerjaan rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur jembatan serta fasilitas pendidikan di Lotim diharapkan dapat segera berjalan optimal demi menunjang mobilitas dan aktivitas perekonomian serta pendidikan masyarakat setempat.

Adapun dana itu akan digunakan untuk rekonstruksi Jembatan Apitaik–Teko, Jembatan Ulem-Ulem, Jembatan Berang Panas–Jeruk Manis, serta rehabilitasi gedung SMPN Satap 1 Montong Gading.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
ulem-ulem renovasi Tetebatu putus jembatan