Warga Korleko Lombok Timur Dilatih Padamkan Api

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 08:25 WIB
PADAMKAN API: Seorang petugas pemadam kebakaran sedang mencontohkan cara memadamkan api kepada masyarakat Desa Korleko .
PADAMKAN API: Seorang petugas pemadam kebakaran sedang mencontohkan cara memadamkan api kepada masyarakat Desa Korleko.  

 

Lombok Post-Dinas Pemadam dan Keselamatan (Damkarmat) Lombok Timur (Lotim) menggelar sosialisasi pencegahan dan pengendalian kebakaran kepada masyarakat Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan ini sebagai langkah antisipasi bencana kebakaran, terutama di rumah.

“Ini merupakan langkah nyata kami di pemerintah desa dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman kebakaran,” terang Pj Kepala Desa Korleko Athar, Jumat (6/11).

Menurutnya, edukasi kebakaran kepada masyarakat sangat penting, terlebih saat musim kemarau. Pada musim ini, api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kerugian besar. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat diharapkan bisa memahami cara penanganan kebakaran sejak dini.

Baca Juga: 1.290 Titik Kebakaran Terjadi di NTB, Kerugian Material Ditaksir Tembus Rp 75 Miliar

Ia menyebutkan, sekitar 50 orang dari berbagai unsur masyarakat mengikuti kegiatan itu. Mereka diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan di tingkat desa, terutama di tingkat rumah tangga.

“Sosialisasi pencegahan dan penanganan kebakaran ini sangat penting sebagai langkah awal masyarakat memahami bagaimana menghadapi kebakaran sejak dini,” ungkap Athar.

Athar juga mendorong pembentukan relawan pemadam kebakaran di Desa Korleko. Keberadaan relawan ini nantinya dapat bergerak lebih awal untuk mencegah dan menangani kebakaran sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Baca Juga: Suka Duka Menjadi Petugas Pemadam Kebakaran: Bertaruh Nyawa, Pantang Pulang Sebelum Padam

Ia menambahkan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, membakar lahan, maupun menggunakan kompor di rumah.

Sementara itu, salah seorang warga, Idiatul Fitri, sangat bersyukur dapat memperoleh ilmu dalam kegiatan yang dinilainya sangat bermanfaat. Baginya, sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan penyuluhan, melainkan bekal penting untuk menghadapi situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.

“Jujur, kami sangat bersyukur bisa mengikuti sosialisasi ini. Karena nanti apabila terjadi sesuatu di luar prediksi kami, setidaknya kami sudah mengetahui bagaimana cara mengatasinya,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Kebakaran Lombok Barat Melonjak 190 Persen

Ia mengaku sebelumnya belum pernah melakukan praktik memadamkan api secara langsung. Karena itu, ia merasa takut ketika mencoba memadamkan api.

“Awalnya takut tapi setelah diberikan penjelasan dan praktik langsung, kami jadi lebih memahami cara mengatasinya,” tutupnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
antisipasi kebakaran relawan kebakaran api Kebakaran Damkarmat Lotim