Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mengenal Makna dan Tradisi Hari Raya Waisak yang Jatuh Hari Kamis, 23 Mei 2024

Habibul Adnan • Kamis, 23 Mei 2024 | 09:00 WIB
Hari raya Waisak
Hari raya Waisak

LombokPost-Pemerintah telah menetapkan Hari Kamis Tanggal 23 Mei 2024 sebagai hari libur nasional. Ada apa hari dan tanggal tersebut menjadi hari libur?

Berdasarkan penanggalan di kalender, tanggal 23 Mei merupakan Hari Raya Waisak. Tidak hanya dibtanggal itu saja yang ditetapkan sebagai hari libur, akan tetapi sehari setelahnya juga masih dalam hari libur.

Yaitu di tanggal 24 Mei. Pemerintah menetapkan tanggal tersebut sebagai hari cuti berama Hari Waisak.

Hari raya Waisak adalah hari besar bagi Agama Buddha. Dalam peringatan Hari Waisak yang juga dikenal dengan sebutan Vesak atau Vesakha, memperingati tiga peristiwa besar dalam kehidupan Siddhartha Gautama, Buddha.

Hari Waisak dirayakan pada bulan purnama di bulan Vesakha. Dalam kalender lunar Buddhis, bulan Vesakha jatuh antara Bulan Mei atau Juni dalam kalender Masehi.

Jika di tahun 2024 ini Hari Raya Waisak jatuh pada tanggal 23 Mei, maka pada tahun 2023 bertepatan Hari Minggu 4 Juni. Sedangkan Hari Waisak di tahun 2022 jatuh Hari Senin tanggal 16 Mei.

Di Indonesia, Hari Waisak dirayakan secara nasional dan merupakan hari libur resmi. Salah satu perayaan Waisak terbesar di Indonesia berlangsung di Candi Borobudur, di mana ribuan umat Buddha berkumpul untuk melakukan puja bakti dan prosesi keagamaan.

Ada beberapa tradisi dan ritual umat Buddha dalam merayakan hari besar agama mereka. Berikut tradisi dalam setiap peringatan Hari Raya Waisak:

Umat Buddha mengunjungi vihara atau tempat ibadah untuk berdoa, bermeditasi, dan mendengarkan ceramah Dharma (ajaran Buddha). Tradisi ini disebut Puja Bhakti.

Tradisi berikutnya adalah Prosesi. Yaitu dengan mengelilingi patung Buddha, yang melambangkan perjalanan Buddha dalam kehidupan.

Berikutnya Pemberian Dana. Yaitu dengan memberikan sumbangan kepada biksu, vihara, dan orang-orang yang membutuhkan. Termasuk juga dengan memberikan makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya.

Meditasi dan Kontemplasi. Umat Buddha menghabiskan waktu dalam meditasi dan refleksi atas ajaran Buddha, mencoba memperdalam pemahaman dan praktik spiritual mereka.

Ritual Mandala. Di beberapa tradisi, pembuatan dan penghancuran mandala pasir dilakukan sebagai simbol ketidakkekalan duniawi.

Terakhir, ritual Lampion dan Lilin. Ini adalah praktik umum yang melambangkan penerangan spiritual dan pencerahan. (bib/r3)

Editor : Hidayatul Wathoni
#libur nasional #hari libur 2024 #hari waisak #waisak