MATARAM-Slot Mataram FC di Profesional Futsal League (PFL) 2019 digantikan Bara Kalimantan Timur (Kaltim). Kabarnya, slot itu hanya dipinjam satu musim saja. Tetapi, setelah mengarungi musim ini, tim yang diisi pemain Timnas U-20 tak bermain maksimal. Musim ini mereka menelan delapan kali kekalahan, tiga kali seri, dan tiga kali menang. Total, mereka hanya mengemas 12 poin.
Hasil itu membuat Bara Kaltim bertengger peringkat tujuh grup B. Selisih satu poin dari tim Young Rior yang menempati peringkat enam grup B PFL 2019.
Tim Bara Kaltim harus tersingkir dari PFL. Efeknya, Mataram FC tak bisa lagi bermain di kasta tertinggi liga futsal tanah air tersebut. Artinya, Mataram FC harus tertatih-tatih lagi untuk bisa bermain di PFL musim depan.
Sekretaris Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) NTB Agus Sukmayadi mengatakan, karena Bara Kaltim tersingkir dari PFL, otomatis Mataram FC juga ikut tersingkir musim depan. ”Slot Mataram FC di PFL tahun ini digantikan Bara Kaltim. Otomatis Mataram FC juga ikut tersingkir,” kata Agus kepada Lombok Post, kemarin (25/3).
Untuk bisa tampil di PFL, Mataram FC harus mencari tiketnya di Liga Nusantara. Karena, tim yang masuk di empat besar Liga Nusantara bakal promosi ke PFL. ”Harus berjuang di Liga Nusantara dulu baru bisa tembus PFL,” jelasnya.
Dia berharap, Mataram FC bisa bermain lagi di PFL. Mataram FC pernah tembus ke final four PFL 2016 lalu. Mereka tembus bersama Vamos NTB. Sehingga pada 2016 lalu, kiblat futsal tanah air mengarah ke Bumi Gora. ”Mudahan saja bisa terulang kembali,” harapnya. (arl/r10)
Editor : Administrator