MATARAM-Tim atletik NTB belum menunjukkan hasil maksimal di kejuaraan nasional (Kejurnas) Jawa Timur (Jatim) Open 28-31 Maret lalu. Dari 14 atlet yang dikirim, mereka hanya mendapatkan satu medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu. Padahal, atletik ditargetkan 10 medali emas di PON Papua.
Hasil ini menjadi alarm bahaya bagi NTB yang mematok target 17 medali emas. Apalagi atlet yang diturunkan berasal dari Pelatda Mayung. Atlet yang dibina khusus untuk mendulang medali emas di PON nanti.
Pada Jatim Open, medali emas dipersembahkan Ni Dewa Ayu Ita Arianti di nomor tolak peluru. Atlet asal Lingsar itu melempar sejauh 13,09 meter. Medali perak dipersembahkan L Aji Kusuma Rinjani di nomor 400 meter gawang, Rohani nomor lari 100 meter gawang dan lompat jauh, serta Ni Putu Yogiswari di nomor tolak peluru.
Sedangkan medali perunggu dipersembahkan Ridwan nomor 5.000 meter, tim estafet 4x100 meter, Sudirman Hadi nomor 100 meter, serta Dian Ekayanti di nomor 800 meter dan 1500 meter.
Hasil itu menjadi catatan bagi Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB. Karena, atlet yang telah dibina di Pelatda Mayung sejak 2017 lalu itu belum memperlihatkan progres positif.
Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, hasil di Jatim Open akan menjadi bahan evaluasi. Sekaligus, pelecut semangat bagi atlet lainnya. ”Saya menyaksikan langsung kejurnas itu. Banyak yang perlu dievaluasi,” kata Andy kepada Lombok Post, kemarin (31/3).
Dia melihat, banyak muncul atlet muda dari daerah lain yang memiliki kemampuan bagus. Dan ini bisa mengancam target 17 medali emas NTB. ”Catatan waktu mereka (atlet daerah lain) cukup tajam. Bahkan bisa mengalahkan atlet NTB yang lain,” ujarnya.
Atlet muda itu menjadi ancaman bagi NTB pada PON XX/2020 Papua. Untuk itu, perlu diwaspadai keberadaan mereka. ”Musuh kita tidak tidur. Sudah saatnya kita juga bangkit,” kata dia.
Dia masih memiliki waktu untuk memperbaiki. Bagi atlet yang belum lolos limit, masih ada kesempatan di kejuaraan lain. ”Masih ada Jateng Open dan Kejurnas atletik di Jakarta,” ungkapnya.
Dia berharap, disisa waktu yang ada para atlet terus menggenjot kemampuannya. Sekarang bukan saatnya untuk main-main. ”Kalau kita tidak segera berubah, target 10 medali emas terancam,” pungkasnya. (arl/r10)
Editor : Administrator