Persiapan akhir nantinya akan dijalani bersama tujuh atlet tinju yang sudah berada di KSB. Latihan dilakukan dalam tahap persiapan khusus atau pra-kompetisi. Sedangkan untuk try out tidak ada yang bisa diikuti lagi. Try out terakhir dilakukannya saat mengikuti Kejuaran Tinju Asia 2021 dan meraih medali perak.
Terkati PON Papua, Huswatun optimis bisa meraih hasil maksimal. Setelah sebelumnya pada PON Jabar 2016, dia meraih medali perak. ”Saingan utama nanti petinju tuan rumah,” cetusnya.
Target medali emas yang dibebankan kepada Huswatun bukan tanpa alasan. Petinju kelahiran Kopang, Lombok Tengah ini sudah memiliki sederet prestasi. Huswatun meraih medali perunggu pada Asian Games 2018. Kemudian medali perak di PON Jabar 2016 dan SEA Games 2019.
Serta medali perak di ASBC Elite Boxing Championship 2021. Capaian di ASBC sekaligus mengantarkan Huswatun sebagai petinju putri pertama Indonesia yang bisa meraih prestasi di kejuaraan tinju Asia itu.
Ketua Kontingen NTB Mori Hanafi berharap dengan kembalinya Huswatun ke Pelatda bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet tinju lainnya untuk berprestasi. ”Dengan bergabungnya Huswatun bisa membawa energi positif. Saya minta Huswatun terus memotivasi juniornya,” harap Mori.
Dari cabor tinju ada lima medali emas yang ditargetkan. Ini bisa diraih petinju senior maupun junior yang sudah lolos ke PON Papua. ”Peluang itu ada. Sekarang tinggal bagaimana yang junior bisa berjuang maksimal untuk mewujudkannya,” kata dia. Lima medali emas ditargetkan bisa diraih melalui Huswatun Hasanah, Nasruddin, Endang, Saputra Samada dan Ainun Azizah. (puj/r8)
Editor : Redaksi Desain Grafis