Raihan medali perak dan perunggu ini sesuai dengan target. "Ini prestasi terbaik yang diraih anak-anak," kata Ketua Pengprov PSOI NTB Chandra Aprinova, kemarin (13/3).
Pada kelas junior, peselancar asal Sumbawa Barat Rizki berhasil sampai babak perempat final. Jeren Kirin yang turun di kelas paling bergensi Open Men juga berhasil masuk babak perempat final. Sementara Prastiono asal Lombok Barat harus terhenti di babak kedua.
Selanjutnya dari kelas junior, Haliq juga finish di babak kedua. Hal yang sama juga dicatatkan peselancar muda, Aditya yang turun di kategori U-10. Untuk kategori team challenge, tim NTB yang diisi peselancar asal Lombok Barat finish di peringkat kelima. "Capaian peselancar junior dan muda kita sudah bagus. Karena ajang ini mereka memiliki tambahan jam terbang dan pengalaman bertanding," katanya.
Chandra mengatakan, selain LSI 2022, beberapa peselancar NTB juga turun di QS1000 World Surfing League. Dari kejuaraan dunia ini, peselancar NTB asal Lakey Dompu, Bronson Meidy menempati peringkat keempat. Bronson turun di kategori U-16. (puj/r8) Editor : Redaksi