Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rapat Kerja Kabupaten KONI Dompu Diwarnai Kericuhan

Redaksi • Jumat, 1 April 2022 | 17:15 WIB
KERJA SAMA: Bupati Dompu Abdul Kader Jailani dan Kajari Dompu M Abeto Harahap menanda tangani MoU tentang bantuan hukum, kemarin (17/1). (ABDUL MUIS/LOMBOK POST)
KERJA SAMA: Bupati Dompu Abdul Kader Jailani dan Kajari Dompu M Abeto Harahap menanda tangani MoU tentang bantuan hukum, kemarin (17/1). (ABDUL MUIS/LOMBOK POST)
MATARAM-Rapat kerja kabupaten (Rakerkab) KONI Dompu diwarnai kericuhan di gedung TP-PKK Dompu, kemarin (31/3). Kericuhan dipicu aksi protes peserta rapat mengenai mekanisme dan tata cara penjaringan dan penyaringan calon ketua KONI Dompu periode 2022-2026.

Sejumlah peserta Rakerkab yang kecewa juga meninggalkan ruangan. ”Itu dinamika saja. Rakerkab sudah selesai dan pembahasan sudah disetujui anggota KONI Dompu,” kata Ketua Pengcab Tarung Derajat Dompu Abdul Khaer, kemarin (31/3).

Khaer menjelaskan, agenda utama Rakerkab adalah pembahasan syarat dan tata cara penjaringan dan penyaringan calon ketua KONI Dompu periode 2022-2026. Ada sejumlah poin yang sempat disoroti peserta Rakerkab. Misalnya bakal calon boleh berasal dari pejabat publik dan biaya pendaftaran sebesar Rp 50 juta. ”Syarat ini diambil dari proses yang sudah berjalan di KONI NTB. Karena provinsi dan kabupaten itu linier,” jelas dia.

Khaer menjelaskan, meskipun ada beberapa pengurus cabor yang meninggalkan ruangan, namun Rakerkab tetap berjalan. Karena sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan.

Rakerkab juga sudah memutuskan syarat dan mekanisme penjaringan dan penyaringan calon ketua KONI Dompu periode 2022-2026. Termasuk pejabat publik diperbolehkan mengikuti Musorkab serta penerapan biaya pendaftaran sebesar Rp 50 juta. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis
#Kericuhan #Rakerkab #Koni Dompu