Dari 11 atlet yang diturunkan, NTB berhasil mengoleksi tiga medali. Satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Medali emas disumbangkan Ahmad Zigi Zaresta di kelas Kata Perorangan Senior Putra. Medali perak diraih Novia Arsita Putri di kelas Kumite -68 Senior Putri. Sedangkan medali perunggu didapat L M Azwin Alparisi dari kelas Kumite - 61 Kg Junior Putra.
”Atlet kita sudah mampu berbicara di tingkat nasional, bahkan seperti Zigi bicara di tingkat internasional,” kata Ketua INKAI NTB Kombes Pol Sudjarwoko.
Dia menegaskan, capaian atlet ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Karena mereka sudah berjuang meraih prestasi untuk membawa dan membela nama daerah ini.
”Apapun itu, mereka berdarah-darah memperolehnya, bukan sembarangan, sehingga apresiasi setinggi-tingginya wajib kita berikan kepada pahlawan-pahlawan olah raga karate ini,” tegasnya.
Menurut Sudjarwoko, saat ini cabor karate memang tidak sepopuler sepak bola. Namun keberadaan cabor tidak untuk dibandingkan. Meraih medali emas, perak, atau perunggu dalam kejuaraan karate di tinggkat nasional dan internasional itu tidak mudah. Lawan yang dihadapi adalah atlet-atlet profesional yang berasal dari negara lain.
”Ini juga antar negara tidak hanya antar provinsi. Mereka juga berlatih dengan keras dan disiplin, gizi dan salary mereka jauh lebih terjamin dari pada kita. Namun, walaupun dengan kesederhanaan seadanya, atlet kita bisa meraih juara. Artinya bakat dan talenta karateka NTB di atas rata rata,” paparnya.
Dia berharap semua pihak terkait, terutama pemerintah daerah, harus benar benar memberi perhatian terhadap prestasi yang sudah diraih atlet karate untuk NTB.
Jika pemerintah mengabaikan ini atau memandang sebelah mata, baginya bukan tidak mungkin atlet NTB akan keluar dan membela provinsi lain yang mungkin saja lebih memberikan jaminan terhadap masa depan atlet yang lebih baik. ”Atlet harus tetap semangat, jangan pernah berhenti berlatih, kejar terus mimpi mimpi kalian,” pungkasnya. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis