Meski laga ekshibisi, pertandingan berlangsung ketat. Kedua tim menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tim Pra-PON lebih dulu tertinggal di awal babak pertama. Tidak lama berselang, tim Pra-PON berhasil menyamakan kedudukan, 1-1.
Memasuki babak kedua, kedua tim kembali menunjukkan tempo permainan yang tinggi. Tim Pra-PON NTB lebih menguasai permainan dan mampu menambah satu gol. Tidak mau berlarut-larut, Tim Porprov Mataram membalas satu gol dan skor kembali imbang, 2-2.
Menjelang akhir pertandingan, Tim Pra-PON berhasil menambah dua gol dan menutup pertandingan uji coba dengan skor 4-2. ”Permainan anak-anak tadi sudah bagus. Evaluasi pasti ada karena ada yang harus dibenahi lagi,” ujar Pelatih Tim Pra-PON NTB Achmad Fauzan Ahim.
Menurut pria yang akrab disapa Ojan ini, meski ini hanya laga uji coba, namun dia tetap menekankan timnya untuk bermain maksimal. Karena melalui pertandingan bisa terlihat apa yang menjadi kekurangan tim dan diperbaiki.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi yang hadir dalam laga uji coba tersebut berharap tim Pra-PON bisa meraih tiket ke PON Aceh-Sumatera Utara 2024. ”PON Papua, NTB mencetak sejarah dengan menjadi juara tiga dari cabor futsal,” katanya.
Mori menambahkan, tim Pra-PON saat ini merupakan wajah-wajah baru. Karena futsal memberlakukan batasan usia. Ini bagus bagi regenerasi tim. ”Saya harap tim baru nanti bisa mempertahankan atau meningkatkan capaian sebelumnya,” tandasnya. (puj/r8) Editor : Redaksi