LombokPost-Belum cukup puas dengan kualitas Shin Tae-yong (STY) menangani timnas Indonesia, Andjas Asmara, legenda Timnas Indonesia meminta PSSI memecat pelatih asal Koresa Selatan itu.
''Apa yang dikerjakan STY selama empat tahun ini? Minta naturalisasi, sudah diberikan. Tapi permainan membosankan. Malah parkir bus. Dia nggak bisa membuat anak-anak kita bikin gol. Malah kebobolan yang banyak,'' ujar Andjas Asmara dalam wawancara denga Tomi Welly alias Bung Towel.
Andjas juga manyalahkan STY, karena pemain tidak diberika kepintaran apa-apa. ''Kecuali fisik saja diutamakan. Tapi skill atau otak sepakbolanya tidak dilatih,'' sesal Andjas.
Dirinya juga menggap Shin Tae-yong terlalu sesumbar. ''Katanya sudah level asia, tapi kalahan terus. menangnya cuma dari tim kacangan ASEAN,'' imbuh mantan pemain yang berposisi sebagai striker itu.
Sebagai mantan pemain timnas, pria asal Medan itu juga denga STY. ''Cukup sudah jangan mau dibodoh-bodohi lagi. Segera saja PSSI cari pelatih lain yang benar-benar mampu melatih timnas dan buka sibuk main iklan saja,'' kata Andjas.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Pelatih timnas senior Shin Tae Yong (STY) telah menepis isu bahwa ia akan meninggalkan Timnas Indonesia untuk melatih timnas negara lain.
Melansir dari ANTARA pada Selasa (6/2), Erick Thohir menyatakan bahwa kontrak Shin Tae Yong akan diperpanjang hingga 2027 dengan syarat bahwa Timnas Indonesia berhasil mencapai babak delapan besar Piala Asia U-23 yang akan dimulai pada 15 April di Qatar.
“Kemarin alhamdulillah 16 besar (Piala Asia) lolos. Tinggal kita tunggu lagi apakah kita bisa lolos kejuaraan AFC U-23. Delapan besarnya. Dan saya pikir Coach Shin Tae Yong profesional,” ujarnya.
Shin Tae Yong juga menegaskan kesetiaannya kepada Timnas Indonesia, menyatakan bahwa meskipun ada tawaran untuk melatih timnas lain, ia tidak tertarik dan ingin tetap bertahan di Indonesia.
''Jadi tidak ada pikiran pergi ke negara lain juga. Dan memang selama turnamen kali ini pun memang ada tawaran, tetapi saya sama sekali tidak ada tertarik,” katanya.
Shin Tae Yong juga menegaskan bahwa tidak pernah ada pikiran untuk membayar denda kontrak dan bahwa ia berkomitmen untuk bekerja semaksimal mungkin sebagai pelatih Timnas Indonesia.
“Dan selama menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin, dan saat ini pun sering bertemu dengan Pak Erick untuk diskusi dan membicarakan perkembangan sepak bola Indonesia dan perpanjangan kontrak sampai 2027,” ujarnya.***
Editor : Alfian Yusni