LOMBOKPOST-Ajang balap nasional Mandalika Racing Series (MRS) putaran pertama di Sirkuit Internasional Mandalika sukses digelar, Minggu (3/3). Dari 85 pembalap yang menjajal lintasan, dua diantaranya adalah pembalap asal NTB yakni, Aldiaz Aqsal Imaya dan Arai Agaska Dibani Laksana.
Aldiaz Aqsal Imaya dari tim YMH Yamalube Ziear LFN ini meraih podium pertama pada kelas National Sport 150 cc pada race pertama, Sabtu (3/3). Namun pada race kedua, kemarin, Aldiaz harus puas berada diperingkat ketiga dikelas yang sama.
Pada Koran ini, Aldiaz akrab disapa menuturkan, hasil balapan yang diperoleh cukup memuaskan meski sempat diguyur hujan dan membuat lintasan menjadi sedikit basah. “Sebab kita tahu kalau kondisi hujan banyak kemungkinan untuk terjadi crush, namun bersyukur bisa raih podium (satu dan tiga, red),” terangnya.
Terhadap capaian prestasi ini, Aldiaz mengaku bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa serta dukungan dari orang tua dan keluarga hingga para tim Yamaha. “Kita harapkan juga kedepan semakin banyak pembalap berasal dari NTB khususnya Lombok, baik di kancah nasional dan internasional seperti Arai,” kata Aldiaz.
Sementara itu, Arai Agaska Dibani Laksana dari tim Yamaha Racing Indonesia yang mencoba naik kelas dari Underbone 150 cc ke National Sport 150 cc dan National Sport 250 cc harus puas pada posisi sebelas. Bagaimana tidak, pada kelas baru ini dirinya harus berkompetisi dengan para pembalap yang lebih senior.
“Pada race pertama saya finish diposisi delapan, pada superpole race saya finish diposisi ketiga namun pada race kedua (National Sport 250 cc, red) saya diposisi tengah, sebelas,” selorohnya.
Remaja Kota Mataram ini mengaku kecewa, menurunnya posisi balap lantaran mendapat masalah pada mesin motor, salah setting gear ditambah lintasan habis hujan. Namun secara keseluruhan ia harus puas dengan hasil balapan mengingat ini adalah kelas baru baginya.
“Keseluruhan hasil balapan kali ini belum memuaskan, namun sedikit bangga juga diposisi ketiga saat superpole race-nya.” Ujar Arai.
Terpisah, perwakilan tim YRI Muhammad Iqbal menyampaikan, naiknya kelas balap Arai pada Mandalika Racing Series 2024 tentu berdasarkan pertimbangan dan evaluasi dari tim untuk kedua pembalap asal NTB ini. Yamaha melihat prestasi Arai pada kelas Underbone lalu sudah cukup baik, serta karir untuk naik kelas pun cukup bagus.
“Kita pantau terus perkembangannya dari tahun ke tahun, kita evaluasi kesiapan pembalapnya juga. Arai juga cukup bagus menggunakan motor sport,” terangnya.
Dengan usia yang cukup muda, Iqbal menilai karir balap Arai masih cukup panjang sehingga masih bisa untuk naik kelas pada ajang nasional maupun internasional. Apalagi dalam dua minggu kedepan, Arai kembali mengikuti ajang balap Asia Road Racing 2024 dan PON 2024.
“Insya Allah di Maret ini dia (Arai, red) ikut balapan di Asia Road Racing,” timpal Iqbal.
Dari hasil evaluasi tim atas capaian Arai pada kelas baru dalam Mandalika Racing Series, diakui, Arai bisa berkompetisi baik dengan hasil top grup depan. Walau belum beruntung menjadi juara, namun dia bisa bertarung diposisi memperebutkan juara.
“Di kompetisi Asia nanti, kami memang tidak targetkan jadi unggulan namun bisa memberikan pengalaman Arai dikancah internasional,” pungkasnya.
Deputi Olahraga Sepeda Motor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Edi Saputra menyampaikan, meski belum juara namun melihat keterlibatan putera asal NTB ikut balapan menunjukkan ada potensi daerah yang bisa berprestasi untuk balapan motor.
“Kalau tidak ada putera daerah (yang ikut, red) juga percuma kan ada sirkuit. Kita harap dua atau tiga pembalap ini menjadi pemicu munculnya pembalap Lombok, NTB,” katanya. “Pada race pertama ada juga yang podium kan, artinya ada potensi,” timpal Edi.
Edi berharap, ajang MRS 2024 memberikan efek poisitif bagi masyarakat mengingat masih ada empat putaran lagi digelar di Sirkuit Internasional Mandalika. Pada putaran pertama saja dihadiri oleh 600-700 orang diharapkan putaran berikutnya semakin bertambah.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menambahkan, ajang ini adalah ajang paling tertinggi di Indonesia. Sehingga diharapkan memunculkan bibit-bibit pembalap baru dari NTB. “Semoga kedepan kita bisa lebih rutin lagi menggelar event ini dengan fasilitas yang terus bertambah baik tim dan sponsor,” tukasnya. (ewi)
Editor : Akbar Sirinawa