LombokPost-Asprov PSSI NTB masih menunggu format dan aturan terkait Liga 4 yang akan digulirkan PSSI Pusat.
”Ini sudah dibahas dalam kongres biasa. Tapi kita belum tahu bagaimana mekanismenya,” ujar Wakil Ketua Asprov PSIS NTB Suhaimi, Kamis (20/6).
Suhaimi menjelaskan dalam kongres tersebut sempat dipaparkan konsep Liga 4. Kompetisi ini sebenarnya adalah Liga 3 Provinsi yang akan berubah nama menjadi Liga 4.
Sedangkan Liga 3 hanya akan diberlakukan untuk tingkat nasional.
”Sebelumnya itu untuk provinsi namanya Liga 3 provinsi. Kemudian pemenangnya lolos ke Liga 3 Nasional. Nah nanti yang provinsi jadi Liga 4,” paparnya.
Menurut PSSI Pusat, kompetisi sepakbola di Indonesia masih kurang dalam hal kuantitas.
Hal itu berpengaruh pada kurangnya pembinaan pemain yang dampaknya adalah minimnya jumlah pemain berbakat dengan kualitas mumpuni di level tertinggi.
Dengan adanya Liga 4, diharapkan muncul bibit-bibit pemain berkualitas yang ditempa dalam sebuah persaingan kompetisi liga antar klub.
Nantinya, bibit-bibit pemain berkualitas itu akan semakin terlatih dan bertambah jam terbangnya dalam menjalani pertandingan kompetitif resmi.
Meskipun cukup mendesak, namun PSSI tentu tidak akan gegabah menggelar kompetisi baru tanpa persiapan matang, apalagi dengan target kompetisi sepakbola yang berkualitas.
Maka Liga 4 direncanakan untuk digelar setidaknya pada dua tahun mendatang agar menjadi sebuah kompetisi yang matang dan benar-benar siap memfasilitasi pemain-pemain berbakat. (puj/r12)
Editor : Kimda Farida