Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kebangkitan Pencak Silat NTB di PON Aceh-Sumut 2024, Sumbang Satu Perak dan Satu Perunggu

Pujo Nugroho • Sabtu, 14 September 2024 | 12:50 WIB

 

 

Pesilat putra NTB M Padil Anwar meraih medali perak di Kelas H, PON XXI Aceh-Sumatera Utara/2024.
Pesilat putra NTB M Padil Anwar meraih medali perak di Kelas H, PON XXI Aceh-Sumatera Utara/2024.

LombokPost-Cabang olahraga (cabor) pencak silat bangkit dari keterpurukan setelah gagal menyumbangkan medali di PON Papua/2021. Dua pesilat NTB berhasil menambah pundi-pundi medali bagi NTB di PON XXI Aceh-Sumatera Utara/2024.

Pesilat putra NTB M Padil Anwar meraih medali perak di Kelas H. Pada pertandingan yang digelar di GOR Veteran, Padil yang tampil habis-habisan kalah poin dari pesilat Lampung Sadan Ahmed Sidik Lisanaka.

Sementara sehari sebelum pesilat putri NTB Claura Azzura Novendra yang turun di Kelas A dipastikan meraih medali perunggu. Claura harus mengakui keunggulan Suci Wulandari asal Jakarta. ”Ini hasil maksimal yang sudah diperjuangkan atlet kita,” ujar Pelatih Pencak Silat NTB Mardiansyah.

Selain pencak silat, NTB juga mendapatkan tambahan satu medali perak dari cabor atletik. Medali perak diraih atlet tolak peluru putri I Dewe Ayu Ita Aryanti. Dayu berhasil mencatatkan tolakan terbaik sejauh 14,19 meter.

Atlet pelatnas Eki Febri Ekawati asal Jawa Barat masih mendominasi dan meraih medali emas dengan tolakan terbaik 15,07 meter. Sedangkan medali perunggu menjadi milik Tresna Puspita asal Jawa Barat dengan tolakan sejauh 13,21 meter.

Kemudian cabor kabaddi juga meraih satu medali perunggu dari tim putra di nomor 7 of 5. Ini merupakan medali perunggu kedua cabor kabaddi. ”Semua atlet sudah berjuang dengan maksimal. Ini kita sangat apresiasi. Kontribusi mereka menjadi prestasi NTB,” ujar Ketua KONI NTB Mori Hanafi.

Mori menjelaskan peluang NTB menambah pundi medali masih terbuka. Karena sejumlah cabor belum menuntaskan pertandingan. Seperti cabor atletik, tarung derajat, kempo, balap motor, dan karate. (puj/r12)

Editor : Pujo Nugroho