Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Komentar Pedas Usai Laga PSS Sleman vs PSM Makassar, Yuran Fernandes Klarifikasi dengan Hati Terbuka

Alfian Yusni • Selasa, 6 Mei 2025 | 10:03 WIB
Yuran Fernandes. (Foto: instagram)
Yuran Fernandes. (Foto: instagram)

LombokPost - Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes, akhirnya angkat bicara setelah unggahannya di media sosial menuai kontroversi dan kemarahan publik.

Usai kekalahan timnya dari PSS Sleman pada Sabtu (3/5/2025), Yuran sempat meluapkan kekecewaan melalui instagram story yang menyebut sepak bola Indonesia “hanyalah candaan”. Namun kini, sang kapten mengklarifikasi ia mengaku kecewa, bukan membenci.

Laga panas di Stadion Maguwoharjo itu berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan PSS Sleman.

Salah satu momen paling disorot adalah dianulirnya gol Yuran di menit ke-12, yang menurut wasit, terjadi akibat pelanggaran. Keputusan itu menjadi titik balik emosional bagi sang pemain asal Tanjung Verde.

Tak lama berselang, Yuran mengunggah pernyataan pedas di akun Instagram @yur4anfernandes.

Ia menulis bahwa jika ingin bermain sepak bola serius, “lebih baik menjauh dari Indonesia.” Unggahan ini memicu gelombang reaksi. Tak sedikit yang menilai komentarnya sebagai penghinaan terhadap negeri ini.

Namun pada Senin (5/5), Yuran memutuskan untuk meluruskan. Dalam unggahan terbarunya, ia mengungkapkan bahwa kata-katanya dipicu oleh tekanan pertandingan yang tinggi dan rasa frustrasi terhadap keputusan-keputusan yang ia nilai tidak adil.

“Saya tidak pernah berniat menyinggung atau menghina Indonesia,” tulis Yuran. “Itu murni luapan emosi setelah pertandingan yang penuh ketegangan.”

Dengan tulus, ia meminta maaf kepada seluruh pencinta sepak bola tanah air yang merasa tersinggung.

“Saya mohon maaf jika ucapan saya disalahartikan. Saya hanya ingin sepak bola Indonesia menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Yuran Fernandes menegaskan bahwa kritiknya bukan serangan, melainkan cermin kepedulian. Ia ingin federasi dan penyelenggara liga mendengarkan suara para pemain yang ingin melihat kualitas kompetisi meningkat.

“Komentar itu adalah harapan, bukan hinaan,” tegasnya. “Saya percaya Indonesia punya potensi besar dalam sepak bola.” (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#pss sleman vs psm makassar #kontroversi #Yuran Fernandes #Instagram Story