LombokPost - Sebuah momen penuh makna terjadi di tengah euforia promosi Pisa SC ke Serie A. Pelatih Filippo Inzaghi, legenda sepak bola Italia sekaligus ikon AC Milan, mengangkat tinggi bendera Palestina saat berdiri di atas bus parade kemenangan timnya.
Aksi ini bukan sekadar selebrasi. Pisa SC akhirnya kembali ke kasta tertinggi Liga Italia setelah penantian panjang selama 34 tahun.
Kepastian promosi didapat meski kalah 0-1 dari Bari, Minggu (4/5/2025), karena pesaing terdekat mereka, Spezia, juga menelan kekalahan.
Dengan koleksi 72 poin dan dua laga tersisa, Pisa tak terkejar lagi. Tiket promosi ke Serie A pun resmi di tangan.
Namun sorotan bukan hanya pada keberhasilan teknis. Dukungan untuk Palestina sudah lama menjadi identitas kuat pendukung Pisa.
Bendera Palestina rutin berkibar di tribun stadion mereka, dan aksi Filippo Inzaghi mengangkatnya saat parade menjadi simbol solidaritas yang menyatu dengan semangat klub dan fans.
Inzaghi ditunjuk sebagai pelatih Pisa pada Juli 2024. Dalam waktu kurang dari semusim, ia berhasil mencatatkan 22 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 8 kekalahan. Pisa finis di posisi dua, hanya tertinggal 10 poin dari juara Serie B, Sassuolo.
Dengan gaya permainan disiplin, strategi yang solid, dan dukungan suporter yang militan, “I Nerazzurri” kembali unjuk gigi di Serie A, mengakhiri paceklik sejak musim 1990-91.
Musim ini juga jadi tahun gemilang bagi keluarga Inzaghi. Sang adik, Simone Inzaghi, sukses membawa Inter Milan ke Final Liga Champions Eropa.
Baca Juga: Comeback Gila! Barcelona Libas Madrid 4-3 di El Clasico, Yamal Cs Selangkah Lagi Juara La Liga!
Kembalinya Pisa ke Serie A bukan hanya kebangkitan sepak bola kota Toscana, tapi juga memperkuat citra klub yang tak hanya berjuang di lapangan, tapi juga bersuara lantang untuk isu kemanusiaan. (***)
Editor : Alfian Yusni