LombokPost - Mohamed Salah angkat suara terkait perlakuan fans Liverpool terhadap rekan setimnya, Trent Alexander-Arnold (TAA).
Winger asal Mesir itu menyayangkan adanya sorakan "boo" kepada bek kanan andalan The Reds tersebut saat laga melawan Arsenal, 11 Mei lalu. Ia berharap fans memberikan perpisahan terbaik untuk TAA yang dipastikan hengkang akhir musim ini.
Mohamed Salah mengecam aksi sebagian suporter Liverpool yang mencemooh Trent Alexander-Arnold di Anfield.
Itu terjadi saat TAA dimasukkan dari bangku cadangan dalam laga melawan Arsenal yang berakhir imbang 2-2, akhir pekan lalu.
Menurut Salah, perilaku seperti itu tidak mencerminkan karakter suporter Liverpool yang dikenal loyal dan penuh apresiasi.
"Saya terkejut karena boo atau sorakan cemooh ini bukan cara kita bersikap sebagai penggemar Liverpool. Kita seharusnya tidak bersikap seperti ini kepada siapa pun," tegas Salah dalam wawancara eksklusif bersama pandit Sky Sports, Gary Neville.
TAA yang kini berusia 26 tahun telah mengabdi untuk Liverpool sejak usia enam tahun. Ia menembus tim utama pada 2016 dan selama kariernya sudah mempersembahkan delapan trofi, termasuk Liga Champions dan Liga Inggris.
“Bayangkan seseorang yang telah memberikan segalanya untuk klub ini selama 20 tahun. Kita seharusnya menghargai dia. Bahkan pemain yang baru datang enam bulan saja layak dihargai, apalagi dia,” tambah mantan pemain Chelsea dan AS Roma itu.
Pemain asal Inggris tersebut dilaporkan akan bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini dengan status bebas transfer. Ia juga diproyeksikan tampil di ajang Piala Dunia Antarklub bersama Los Blancos.
Menjelang laga pamungkas Liverpool musim ini di Anfield kontra Crystal Palace pada 25 Mei nanti, Salah berharap fans menunjukkan sikap yang lebih positif.
"Saya ingin dia mendapat perpisahan terbaik. Jangan tatap mata saya saat mengucapkan selamat tinggal, karena saya sangat mencintainya. Dia pantas mendapat tepuk tangan, bukan cemoohan," ujar pemain berjuluk Raja Mesir itu.
Salah juga menegaskan bahwa dirinya maupun kapten Virgil van Dijk tak berusaha membujuk TAA untuk bertahan. Keputusan untuk pergi sepenuhnya datang dari sang pemain sendiri.
''Dia tahu apa yang terbaik untuk dirinya. Kami tak punya kuasa untuk menahannya. Saya tahu itu keputusan yang sulit karena 20 tahun bukan waktu sebentar. Tapi dia butuh tantangan baru," ucap Salah.
Lebih lanjut, Salah juga menyampaikan bahwa hubungan pribadinya dengan TAA akan tetap terjaga meskipun tak lagi bermain bersama. Ia mengaku sangat menghargai semua kontribusi rekannya itu selama ini.
"Para penggemar terlalu kasar padanya. Padahal, dia telah memberikan segalanya untuk klub dan kota ini. Dia salah satu yang terbaik dalam sejarah Liverpool dan layak dikenang dengan cara yang baik," tutupnya. (***)
Editor : Alfian Yusni