Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indonesia vs Jepang, Lima Laga Terakhir Indonesia Tak Pernah Menang

Redaksi Lombok Post • Selasa, 10 Juni 2025 | 05:00 WIB

Timnas Indonesia saat berlatih jelang melawan Tiongkok
Timnas Indonesia saat berlatih jelang melawan Tiongkok
LombokPost -- Jelang laga krusial Timnas Indonesia vs Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Garuda berharap membawa hasil positif dari Stadion Suita, Osaka, Selasa (10/6) nanti.

Hanya saja melihat rekor pertandingan antara Indonesia vs Jepang, Timnas Garuda mempunyai rekor yang tidak menguntungkan dalam lima laga terakhir misalnya Timnas Indonesia belum sekalipun pernah menang dari Timnas Jepang.

Pada laga Piala Merdeka 14 September 1981 misalnya Indonesia harus menyerah 2-0. Satu satunya poin  pernah didapat Garuda saat menahan imbang Jepang pada Kualifikasi Piala Dunia 1990.

Kemudian di leg kedua yang berlangsung pada 11 Juni 1989 Indonesia harus kalah 5-0 dari Tim Samurai Biru.

Pertemuan berikutnya terjadi pada Piala Asia 2023. Dimana Indonesia harus tumbang 3-1. Laga terakhir yang masih segar dalam ingatan saat Indonesia kalah 0-4 dari Jepang 15 November 2024 pada leg pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026.

 

Optimis Raih Poin di Osaka

Jelang laga krusial Timnas Indonesia vs Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, pemain bertahan Joey Pelupessy mengaku sangat antusias dan optimistis.

Duel panas ini akan digelar di Stadion Suita, Osaka, Selasa (10/6), dan menjadi ujian berat bagi skuad Garuda menghadapi pemuncak klasemen Grup C, Samurai Biru.

Joey Pelupessy baru mencatat dua penampilan bersama Timnas Indonesia, namun catatannya cukup menjanjikan: dua kemenangan dan dua clean sheet.

Baca Juga: Kalah dari Garuda, Publik China Ramai-ramai Minta Laga Indonesia vs China Diulang

Kini, pada caps ketiganya, pemain yang bermain di klub Lommel S.K ini bersiap menghadapi tantangan sesungguhnya saat melawan Timnas Jepang.

" Jepang selalu menjadi tim besar, khususnya di Asia. Jadi bagi kami ini juga merupakan tantangan besar," ujar Joey dalam konferensi pers resmi jelang pertandingan, Senin (9/6).

Meski Timnas Jepang sudah memastikan diri lolos ke Piala Dunia, laga ini tetap krusial bagi Timnas Indonesia untuk menjaga momentum positif.

Joey menegaskan bahwa semangat tim sedang tinggi, apalagi setelah menang dua kali berturut-turut atas Bahrain dan China dengan skor identik 1-0.

" Mereka sangat trampil dan teknikal. Bisa berputar cepat. Jadi, ini akan jadi tantangan serius bagi kami besok (Selasa)," jelasnya.

Joey juga menyebut cuaca di Osaka yang hujan saat latihan tidak menjadi masalah. Bermain di Eropa membuatnya terbiasa dengan kondisi seperti itu.

"Di sana 80 persen musimnya hujan. Jadi saya sudah terbiasa. Tapi ini juga bagian dari hal yang harus dihadapi sebagai tim. Kalau mau berkembang, harus bisa mengatasi hal-hal seperti ini," ujarnya.

Dengan performa yang solid di lini belakang dan semangat tim yang sedang membara, Timnas Indonesia berharap bisa mencetak sejarah dengan mencuri poin dari tim sekelas Jepang di kandangnya sendiri.

Timnas Indonesia vs Jepang bukan hanya soal hasil, tapi juga pembuktian bahwa skuad Garuda kini siap bersaing di level tertinggi Asia.

 

Hajime Keluhkan Cedera Pemain

 

Timnas Jepang sebetulnya ingin turun dengan kekuatan solid.  Namun, harapan itu tak terwujud.  Hal itu disampaikan pelatih timnas Jepang Moriyasu Hajime.

‘’Saya sangat kecewa karena Machida, Watanabe, dan Kumasaka yang terpaksa tak bisa main karena cedera,’’ keluh Hajime seperti dikutip Livedoor

 Dalam laga melawan Australia, bek Hiroki Machida (Saint-Giroise) dan Tsuyoshi Watanabe (Gent) terpaksa digantikan karena cedera.  Setelah itu, gelandang Mitsuki Kumasaka (Kashiwa) juga cedera saat latihan jelang laga melawan Indonesia.

Baca Juga: Jepang vs Indonesia: Laga Formalitas Rasa Final, Kluivert Siapkan Kejutan!

Nah, dengan absennya beberapa pemain dari lini pertahanan, Hajime menggunakan pemain dari posisi lain untuk bermain di lini pertahanan. Seperti gelandang Wataru Endo, yang merupakan gelandang bertahan tetapi juga dapat bermain sebagai bek.

‘’Kami memiliki beberapa pemain yang cedera dan kekurangan pemain di setiap posisi, tetapi saya pikir kami memiliki cukup kekuatan, termasuk pemain inti dan pemain pengganti, untuk bermain hingga akhir pertandingan,’’ tandasnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#indonesia vs jepang #Timnas Indonesia #Joey Pelupessy #timnas jepang #Kualifikasi Piala Dunia 2026