LombokPost-Setelah debut perdananya melawan China pada pekan lalu, nama Emil Audero mendadak jadi perbincangan publik.
Penyebabnya, pemuda kelahiran Lombok, Indonesia tersebut bermain apik dalam menangkis setiap serangan skuad Negeri Bambu itu.
Emil Audero dipuji dengan segala kelebihannya. Mampu bertahan menangkis serangan hingga peluit panjang wasit ditiup.
Ikut berperan penting dalam kemenangan Indonesia melawan Tiongkok dengan skor 1-0. Seketika, nama Maarten Paes dilupakan sejenak dan Emil Audero menuai pujian hingga diminta untuk kembali bermain melawan Jepang.
Laga melawan Jepang ini menjadi pertanyaan besar akan siapakah sosok kiper atau penjaga gawang yang diturunkan.
Perbincangan tersebut pun viral di media sosial mengingat kedua penjaga gawang timnas Indonesia ini sangat baik sekali.
Edi Mulyadi, ayah dari Emil Audero mengatakan, formasi timnas Indonesia untuk melawan Jepang belum ada bocoran.
Sebab menjadi hak penuh dari pelatih timnas Patrick Kluivert. Namun Emil Audero sebagai pemain profesional harus selalu siap dengan segala kondisi.
“Kita tidak bisa mengintervensi karena dalam olahraga ini adalah siapa yang paling siap pada saat itu, dialah yang akan bermain,” kata Edi Mulyadi pada wartawan di Kuta, Pujut, Lombok Tengah, Senin (9/6).
Sebagai ayah, ia mengetahui Emil Audero sudah menjalani debutnya sebagai kiper timnas Indonesia dengan sangat baik.
Dalam kesehariannya, Emil Audero selalu menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Mengingat persaingan dalam dunia sepak bola juga sangat tinggi.
“Ketika liburan di Lombok pun, dia (Emil Audero) bisa seharian bermain di pantai, malam harinya langsung ngegym. Benar-benar sudah terpola cukup baik,” kata Edi.
Menyinggung debut perdana Emil Audero bersama timnas Indonesia saat melawan China, Edi mengaku bersyukur dan bangga melihat putranya membela Merah Putih untuk pertama kalinya.
Selama menonton pertandinga, dirinya selalu diliputi ketegangan. Tak peduli di manapun pertandingan berlangsung.
“Alhamdulillah, meskipun tidak gampang (melawan China). Seperti yang kita saksikan dengan kemenangan itu Insya Allah lolos ke babak selanjutnya dan akan lolos piala dunia,” katanya.
Penampilan gemilang Emil Audero dalam laga krusial melawan Timnas China menjadi sorotan utama dalam kemenangan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6) lalu.
Laga yang merupakan bagian dari matchday kesembilan Grup C pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia itu berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Garuda.
Kiper berdarah Indonesia-Italia tersebut tampil luar biasa dalam debut resminya bersama timnas Indonesia.
Beberapa penyelamatan penting dilakukan Emil sepanjang pertandingan, namun yang paling menentukan terjadi di awal babak kedua, tepatnya menit ke-47.
Saat itu, Tiongkok melancarkan serangan cepat dan melepas tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, Emil Audero dengan refleks tajam berhasil mengamankan bola dengan sempurna.
Performa apik itu membuktikan bahwa keputusan pelatih Patrick Kluivert untuk menurunkan Emil bukanlah perjudian, melainkan langkah tepat dalam kondisi krusial.
Apalagi laga itu sangat penting untuk menentukan kelanjutan langkah Indonesia menuju babak selanjutnya.
Emil Audero yang lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997, baru saja resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada 10 Maret lalu.
Namun, meski proses naturalisasi telah rampung, ia tidak langsung mendapat kesempatan bermain.
Pada laga sebelumnya melawan Australia yang berakhir kekalahan 1-5 di Sidney, Emil tidak dimainkan. Begitu pula saat Indonesia menang tipis atas Bahrain dengan skor 1-0, Emil hanya menjadi cadangan.
Kesempatan akhirnya datang setelah kiper utama sebelumnya, Maarten Paes, harus absen karena akumulasi kartu kuning.
Emil tak menyia-nyiakan debutnya. Selain mencatatkan clean sheet, Emil juga menunjukkan kepemimpinan dan ketenangan di bawah mistar gawang.
Penampilannya mendapatkan sambutan hangat dari rekan-rekan satu tim. Usai laga, tiga pemain belakang utama Indonesia—Justin Hubner, Jay Idzes, dan Rizky Ridho—memberikan pelukan dan salaman sebagai bentuk penghargaan atas performa Emil Audero.
Tak hanya itu, para pendukung yang memenuhi stadion pun memberikan aplaus meriah saat ia berjalan meninggalkan lapangan.
Kemenangan ini membuat peluang Indonesia melangkah ke babak keempat semakin terbuka, meskipun masih harus menghadapi tantangan berat.
Laga pamungkas grup akan mempertemukan Indonesia dengan raksasa Asia, Jepang, pada Selasa (10/6) nanti. Pertandingan itu akan menjadi penentu nasib Garuda dalam perebutan tiket ke babak selanjutnya.
Tetapi, publik mulai bertanya-tanya, siapa yang akan dipercaya menjadi penjaga gawang utama saat menghadapi Jepang?
Emil Audero yang tampil sempurna saat melawan China, atau Maarten Paes yang sudah memiliki pengalaman lebih bersama Timnas?
Editor : Akbar Sirinawa