LombokPost - Lagi tongpes, Barcelona cuma bisa tawar Luis Díaz €60 juta, padahal Liverpool ogah melepas winger andalannya di bawah €80 juta. Situasi ini membuat bursa transfer Luis Diaz ke Barcelona makin panas dan tak menentu.
Barcelona memang menjadikan Luis Díaz sebagai target utama di bursa transfer 2025. Penyerang sayap asal Kolombia itu dinilai cocok dengan gaya main Barca dan punya pengalaman matang di Liga Inggris serta Eropa. Tapi masalahnya, harga menjadi tembok besar.
Menurut laporan dari The Athletic, Talk Sports, dan Liverpool Echo, Liverpool bersikukuh tidak akan melepas Luis Diaz di bawah €80 juta.
Mereka juga tidak terburu-buru menjual, karena pemain 28 tahun itu masih masuk dalam skema manajer baru, Arne Slot.
Sementara itu, Barcelona hanya mampu mengajukan tawaran €60 juta, termasuk bonus. Klub asal Catalunya itu sedang dalam masa penghematan dan selektif memilih pemain. Mereka bahkan berharap Luis Diaz ikut "menekan" Liverpool agar menurunkan harga.
Díaz sendiri kabarnya sudah menolak perpanjangan kontrak dari Liverpool dan membuka peluang untuk pindah ke Spanyol.
Baca Juga: Luis Diaz Siap Perpanjang Kontrak di Liverpool, Tolak Rayuan Barcelona dan Klub Arab!
Hal ini memberi sinyal bahwa sang pemain siap “berkorban” demi mengenakan seragam Blaugrana musim depan.
Namun jika harga Luis Díaz tak bisa dinegosiasikan, Barcelona masih punya opsi lain: Nico Williams dari Athletic Bilbao. Dengan klausul rilis sekitar €58 juta, Nico dianggap lebih realistis secara finansial.
Tapi Joan Laporta belum sepenuhnya yakin, karena faktor pengalaman masih jadi pertimbangan besar.
Di sisi lain, Liverpool tidak ingin melepas Luis Diaz begitu saja. Mereka menilai performa dan konsistensinya masih sulit dicari pengganti.
Jika pun harus menjual, mereka ingin mendapat pengganti setara atau lebih muda, seperti Kvicha Kvaratskhelia atau Rafael Leao, yang justru lebih mahal.
Kini semua mata tertuju ke bursa transfer musim panas ini. Akankah Luis Díaz ke Barcelona benar-benar terjadi, atau akan berakhir seperti banyak rumor besar lainnya?
Yang jelas, Barcelona harus cari cara kreatif karena kantong mereka lagi tongpes. (***)
Editor : Alfian Yusni