Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Buktikan Usia Hanyalah Angka, Fluminese Bungkam Inter Milan 2-0

Marthadi • Selasa, 1 Juli 2025 | 10:47 WIB

Pemain Fluminese German Cano (kiri) bersama rekannya Rene usai menjebol gawang Inter Milan di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 di Charlotte, Carolina Utara.
Pemain Fluminese German Cano (kiri) bersama rekannya Rene usai menjebol gawang Inter Milan di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 di Charlotte, Carolina Utara.
LombokPost - Fluminense membuktikan usia hanyalah angka di ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Menghadapi tim muda dan bertabur bintang, Inter Milan, Fluminense justru tampil trengginas dan menang meyakinkan 2-0, Selasa (1/7) di Bank of America Stadium Charlotte.

Kemenangan Fluminense atas Inter Milan ini jadi salah satu kejutan terbesar di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025.

Meski dihuni banyak pemain berusia di atas kepala tiga, Fluminense tampil solid dan efisien. Gol cepat dari German Cano di menit ketiga membuka keunggulan, sebelum ditutup gol Hércules Pereira do Nascimento di ujung laga.

Yang menarik, kemenangan Fluminense atas Inter Milan ini banyak dibantu oleh aksi gemilang para pemain tua Fluminense.

Sang kiper veteran Fabio, yang sudah berusia 44 tahun, mencatatkan empat penyelamatan krusial dan menjaga clean sheet. Ia jadi kiper dengan rekor terbaik sejauh ini, tak kebobolan dalam empat laga di ajang ini.

Kapten tim, Thiago Silva, 40 tahun, juga tampil kokoh di lini belakang. Sedangkan German Cano, 37 tahun bukan hanya mencetak gol pembuka, tapi juga terus mengancam pertahanan Inter Milan sepanjang laga.

Statistik mencatat, meski Inter Milan mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen dan melepaskan 16 tembakan, hanya empat yang mengarah ke gawang.

Sebaliknya, Fluminense hanya melepas 11 tembakan, tapi 100 persen akurat—semua mengarah ke gawang!

Setelah kemenangan itu, akun media sosial Fluminense pun langsung menyengat. Mereka mengunggah gambar Cano sedang minum mate (minuman tradisional Amerika Latin) dengan tulisan tegas: “Cómo voy a tener miedo? Si nací Latinoamericano” – Bagaimana mungkin saya takut? Saya lahir di Amerika Latin.

Unggahan itu langsung viral dan jadi simbol perlawanan. Fluminense seolah ingin menegaskan bahwa meski pemainnya “berumur”, semangat Amerika Latin tak pernah padam.

Fluminense vs Inter Milan kini jadi laga ikonik yang menegaskan, di Piala Dunia Antarklub 2025, pengalaman dan mentalitas juara tetap jadi kunci. (*)

 

Editor : Marthadi
#inter milan #Antar Klub #German Cano #Fluminense #piala dunia