LombokPost--Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap mobil Indonesia Touring Care Race (ITCR) seri satu dan dua siap menggebrak Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah (Loteng) pekan depan.
Ajang ini akan menjadi bagian dari Mandalika Festival of Speed (MFoS) putaran kedua, yang terus memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat motorsport berskala nasional maupun internasional.
Kejurnas yang digelar tanggal 18-20 Juli ini mempertandingkan tiga kelas utama, yaitu 1.200 cc, 1.500 cc, dan 3.600 cc Max. Biaya pendaftaran untuk kelas kejurnas telah ditetapkan sebesar Rp 6,5 juta, sementara untuk kelas Non-Kejurnas sebesar Rp 10 juta baik seri satu dan dua.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menjelaskan, bahwa biaya pendaftaran kelas Kejurnas sebesar Rp6.500.000 untuk seri-1 dan seri-2 dalam MFoS-2 ini memang di bawah biaya pendaftaran kelas balap lainnya yang sudah dilakukan sejak MFoS-1. Ini artinya per seri hanya Rp 3.250.000, jauh di bawah biaya pendaftaran di MFoS.
“MGPA memperlakukan rangkaian kejurnas dan non kejurnas ini dengan perlakuan khusus. Ajang kejurnas dan non-kejurnas yang selama ini dilakukan di Sirkuit Internasional Sentul harus diakomodasi dan dibantu supaya keberlangsungan ajang kejuaraan balap mobil yang telah menghasilkan banyak pembalap, tetap dapat berlangsung dan berkembang,” terangnya pada wartawan, Minggu (6/7).
Seperti diketahui, Sirkuit Internasional Sentul selama ini menjadi tuan rumah kejurnas ITCR. Namun, lantaran sedang tahap renovasi kejurnas pun beralih ke Sirkuit Internasional Mandalika sebagai tuan rumah.
MGPA dengan Eshark Motorsport promotor yang telah mengadakan berbagai kegiatan balap, kata Andhi sapaannya, sepakat untuk bekerjasama membantu sebisa mungkin mengadakan balap kejurnas ini, tanpa terlalu memberatkan peserta kejurnas dan non-kejurnas.
“Itu janji kami kepada pihak Ikatan Motor Indonesia (IMI) saat menyetujui menjalankan kejurnas ITCR. Ini merupakan balap kejuaraan nasional. Kita harus bangga, kita harus bantu dan kita harus sukseskan ajang kejurnas ini,” ungkap Andhi.
Selain itu, para peserta dapat menyewa garasi untuk menyimpan kendaraan mereka menjelang balap. Menjelang ajang balap MFoS, kata dia, peserta juga dapat menyewa royal-box untuk beristirahat sambil menikmati jalannya balap MFoS.
Royal-box yang disediakan dapat menampung 20-30 orang dan disediakan meja, kursi, sofa serta tv yang tersambung dengan live-streaming sehingga dapat menyaksikan serunya aksi balap di dalam lintasan.
Andhi menegaskan, penyelenggaraan kejurnas balap mobil ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang MGPA untuk belajar menyelenggaran berbagai ajang balap, serta mengembangkan ekosistem motorsport nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan Sirkuit Mandalika.
“Kami di MGPA selalu belajar, belajar dan belajar sambil mengadakan berbagai kegiatan ajang balap baik roda-2 maupun roda-4 kelas kejuaraan klub, kejuaraan daerah, kejuaraan nasional dan juga kejuaraan internasional,” kata pria asal Jakarta ini.
Keberadaan Sirkuit Mandalika, kata dia, tidak hanya ditujukan untuk menyelenggarakan event internasional, tetapi juga menjadi panggung penting bagi pembalap nasional dalam membangun prestasi di lintasan berstandar dunia.
“Melalui ajang ini diharapkan dapat menarik lebih banyak komunitas otomotif dari berbagai daerah serta mendorong pertumbuhan sektor sport tourism di kawasan Mandalika,” tutup dia. (ewi/R8)
Editor : Jelo Sangaji