LombokPost – Setelah meraih gelar terbesar dalam karienya di Mubadala Citi DC Open di Washington, D.C., Leylah Fernandez siap melanjutkan momentum positifnya di Cincinnati Open 2025.
Petenis asal Kanada berusia 22 tahun ini memulai tahun 2025 dengan tantangan mental dan fisik yang cukup besar, namun berhasil bangkit dan meraih trofi pertamanya di Hologic WTA 500.
"Meskipun tahun ini penuh tantangan, saya merasa lebih baik dan lebih kuat setelah melewati masa-masa sulit," kata Fernandez yang juga menjadi finalis AS Terbuka 2021 dilansir dari wtatennis.com.
Ia mengakui bahwa kondisi mentalnya sempat "naik turun," dan ada kekhawatiran dari keluarga serta timnya di awal tahun ini. Namun, kini ia merasa segalanya telah membaik. Menjelang Cincinnati Open, Fernandez kembali merasa lebih percaya diri.
"Sekarang setelah kami menemukan keseimbangan, segalanya jauh lebih baik," tambahnya. "Kami sangat bersyukur bisa kembali bermain di Amerika Utara, dan saya sangat senang bermain dekat rumah," ujarnya.
Tantangan Baru di Cincinnati: Bertemu Venus Williams?
Di Cincinnati, Fernandez mendapat bye di babak pertama, namun ia berpotensi bertemu dengan Venus Williams di babak kedua.
Williams, yang baru saja kembali ke tur tenis setelah cedera, mendapat wildcard untuk bertanding di turnamen ini.
Ini akan menjadi pertemuan pertama antara Fernandez dan Williams, yang tentunya akan menjadi momen tak terlupakan bagi petenis peringkat 24 dunia tersebut.
"Wah, ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa jika benar-benar terjadi," kata Fernandez.
"Venus adalah seorang legenda. Saya tumbuh besar menonton Williams bersaudara, dan jika saya berkesempatan bermain melawannya, saya akan sangat bahagia, seperti anak kecil yang mewujudkan mimpinya," sambungnya.
Pertemuan Tak Terlupakan di Top Seed Open 2020
Tentu saja, pertemuan ini akan membawa kenangan manis bagi Fernandez. Pertama kali bertemu dengan Venus Williams terjadi di Top Seed Open 2020, sebuah turnamen yang sangat bersejarah karena merupakan turnamen WTA pertama yang dimainkan di Amerika setelah penutupan akibat pandemi COVID-19.
Williams adalah salah satu pemain pertama yang ingin berlatih dengan Fernandez, yang kala itu masih muda dan belum banyak dikenal.
"Saya pikir saya akan merasa sangat terintimidasi, tetapi dia sangat baik dan ramah. Dia menyemangati saya, jadi itu sangat menyenangkan," kenang Fernandez dengan senyum.
Tradisi Shake Shack: Favorit Fernandez
Selain tantangan di lapangan, Fernandez juga memiliki tradisi unik setelah setiap kemenangan.
Ia dikenal sebagai penggemar Shake Shack, dan setelah memenangkan gelar di Washington, D.C., ia menyempatkan diri untuk menikmati burger favoritnya.
Sayangnya, tidak ada Shake Shack di kota asalnya, Montreal, tempat ia baru saja kalah dari Maya Joint di babak pertama.
Namun, di Cincinnati, Fernandez akan bisa menikmati burger tersebut setelah pertandingan.
"Ada Shake Shack di Cincinnati, sekitar 20 menit dari stadion. Tapi nanti di New York City saat US Open, saya akan menikmati banyak Shake Shack. Ada banyak lokasi di sana," kata Fernandez.
"Semoga ada yang dekat hotel, kalau tidak, kami pasti akan berkendara atau Uber Eats. Kami tidak bisa berhenti dengan tradisi itu," pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita