LombokPost - Aryna Sabalenka memastikan langkahnya ke final US Open 2025 usai mengalahkan Jessica Pegula dalam semifinal menegangkan di Stadion Arthur Ashe, Kamis (4/9) waktu setempat atau Jumat (5/9) WIB.
Petenis nomor satu dunia sekaligus juara bertahan Aryna Sabalenka menang 4-6, 6-3, 6-4 dan kini berpeluang mempertahankan gelar juara US Open 2025.
Hasil ini memperpanjang keunggulan head-to-head Aryna Sabalenka atas Jessica Pegula menjadi 8-2.
Partai ini juga menjadi ulangan final US Open 2024, yang kala itu juga dimenangkan Aryna Sabalenka.
Dengan kemenangan ini, petenis asal Belarus itu semakin dekat untuk menjadi pemain pertama yang menjuarai US Open putri dua tahun berturut-turut sejak Serena Williams pada 2014.
“Pertandingan yang sangat sulit. Dia bermain tenis yang luar biasa, seperti biasa,” kata Sabalenka, yang mencatatkan 43 winner termasuk delapan ace.
“Saya harus bekerja keras untuk meraih kemenangan ini. Pertandingan melawan Jess selalu sulit. Saya sangat senang bisa kembali ke final,” tambahnya.
Jalan Berat Menuju Final
Sabalenka tampil kurang meyakinkan di set pertama dan harus merelakan Pegula unggul 6-4. Namun, petenis berusia 27 tahun itu bangkit di set kedua dengan servis bertenaga hingga unggul 3-0 di awal dan menutup set dengan skor 6-3.
Pada set penentuan, Pegula sempat menekan dengan agresif, tetapi gagal memaksimalkan peluang. Dari tujuh break point yang ia dapat, hanya dua yang bisa dikonversi.
Sabalenka akhirnya menutup laga dalam dua jam lima menit, meski sempat membuang match point dengan pukulan overhead yang membentur net.
Baca Juga: Carlos Alcaraz Libas Jiri Lehecka, Lolos ke Semifinal US Open 2025 tanpa Kehilangan Set
Pegula mengakui kekecewaannya seusai pertandingan. “Saya merasa tidak melakukan banyak kesalahan. Saya selalu merasa bisa menang melawan para petenis top ini. Tetapi hari ini dia bermain lebih baik,” ucap petenis Amerika itu.
Selangkah Lagi dari Sejarah
Kemenangan atas Pegula membawa Sabalenka ke final Grand Slam ketujuhnya sejak 2023. Di final US Open 2025, Sabalenka akan menghadapi Amanda Anisimova yang sukses mengalahkan Naomi Osaka.
Sabalenka menegaskan, dirinya ingin mematahkan tren juara baru di Grand Slam. “Sepuluh dari 11 gelar terakhir diraih pemain berbeda. Harapan saya adalah mengubah itu,” ujarnya.
Dengan pencapaian ini, Sabalenka menjadi petenis pertama sejak Serena Williams (2011-2016) yang mencapai lima semifinal US Open secara beruntun.
Konsistensinya di turnamen mayor menjadi bukti kematangannya baik di dalam maupun di luar lapangan.
Editor : Rury Anjas Andita