LombokPost- Timnas Portugal tampil meyakinkan dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan meraih kemenangan telak 5-0 atas Armenia. Bintang utama pertandingan ini kembali bernama Cristiano Ronaldo.
Brace Ronaldo dalam laga ini tidak hanya membantu Portugal mengamankan tiga poin, tetapi juga membawanya semakin dekat dengan tonggak bersejarah: 1000 gol sepanjang karier profesionalnya.
Sejak menit awal, dominasi Portugal tidak terbantahkan. João Félix membuka pesta gol pada menit ke-10 setelah memanfaatkan umpan Bernardo Silva.
Selang beberapa menit kemudian, Ronaldo mencatatkan gol pertamanya di laga ini pada menit ke-21 melalui sontekan jarak dekat yang tak mampu dibendung kiper Armenia.
Portugal vs Armenia pun semakin berat sebelah setelah João Cancelo mencetak gol ketiga pada menit ke-32, memanfaatkan bola liar dari kemelut di kotak penalti.
Namun sorotan utama tetap tertuju pada Cristiano Ronaldo. Brace Ronaldo dilengkapi lewat tendangan voli keras di menit ke-48 yang menghujam gawang Armenia tanpa ampun.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Semakin Gacor di Pramusim, Tangkas dengan Brace Lawan Almería Dekati 1.000 Gol
Brace Ronaldo ini bukan sekadar dua gol tambahan. Kini, total gol internasionalnya mencapai 140 gol, dan jika digabung dengan semua gol di level klub, Ronaldo telah mencetak lebih dari 890 gol sepanjang kariernya.
Dengan performa konsisten seperti ini, rekor 1000 gol bukanlah impian yang terlalu jauh bagi sang kapten Timnas Portugal.
João Félix menambah satu gol lagi di menit ke-67 melalui sepakan tumit yang brilian, melengkapi kemenangan 5-0 Portugal atas Armenia. Namun, headline tetap mengarah pada brace Ronaldo yang membawa atmosfer berbeda di dalam stadion. Setiap sentuhannya, setiap gerakannya, seolah menjadi magnet bagi penonton dan pemain lawan.
Kemenangan Portugal kali ini juga punya makna emosional. Para pemain mengenakan ban hitam untuk menghormati Diogo Jota yang tengah berduka.
Usai pertandingan, Ronaldo tampak memberikan pelukan kepada Jota, menegaskan perannya bukan hanya sebagai mesin gol, tapi juga pemimpin di ruang ganti.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Siap Tampil di Piala Dunia 2026: Misi Terakhir Sang Legenda
Di usia 40 tahun, Ronaldo terus mencatatkan statistik luar biasa. Dalam lima pertandingan terakhir Timnas, ia sudah mencetak delapan gol. Statistik ini menegaskan bahwa brace Ronaldo bukan sekadar cerita klasik pemain veteran, tapi bukti bahwa Portugal masih sangat bergantung pada naluri gol dan kepemimpinannya.
Pertandingan Portugal vs Armenia menjadi bukti bahwa Timnas Portugal tidak kekurangan daya serang, namun peran Ronaldo tetap vital. Kontribusinya lebih dari sekadar gol. Ia memberi energi, semangat, dan arah permainan. Dan yang terpenting, brace Ronaldo kali ini menandai langkah nyata menuju pencapaian langka: 1000 gol karier.
Saat peluit panjang dibunyikan, papan skor menunjukkan kemenangan telak. Tapi lebih dari itu, laga ini memperlihatkan bahwa legenda hidup bernama Cristiano Ronaldo belum akan berhenti menulis sejarah.
Dari Madeira ke Yerevan, dari Sporting ke Al-Nassr, dari debut remaja hingga malam ini, gol terus mengalir. 1000 gol sudah di depan mata.
Baca Juga: Bruno Fernandes Terbuka Tinggalkan Man United Usai Piala Dunia 2026
Editor : Siti Aeny Maryam