Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

FIFA Bentuk Panel Anti-Rasisme, Didier Drogba dan George Weah Jadi Garda Depan

Ivan Mardiansyah • Selasa, 9 September 2025 | 08:23 WIB

 

Dirmdier Drogba dan George Weah ditunjuk Fifa untuk memimpin perang melawan rasisme dalam sepakbola.
Dirmdier Drogba dan George Weah ditunjuk Fifa untuk memimpin perang melawan rasisme dalam sepakbola.

Lombok
 Post-FIFA bentuk panel anti-rasisme sebagai langkah serius memberantas diskriminasi di dunia sepakbola. Panel ini terdiri dari 16 mantan pesepakbola dunia, termasuk dua nama legendaris: Didier Drogba dan George Weah. Keduanya dipercaya menjadi ikon persatuan dan simbol perlawanan terhadap rasisme, baik di dalam stadion maupun di dunia maya.

George Weah, mantan Presiden Liberia sekaligus satu-satunya pemain Afrika yang pernah meraih Ballon d'Or, ditunjuk sebagai kapten kehormatan panel anti-rasisme FIFA. Sementara itu, Didier Drogba, legenda Pantai Gading dan mantan striker Chelsea, akan fokus dalam menyuarakan pesan edukatif melawan rasisme lewat platform global sepakbola.

Langkah ini menandai komitmen FIFA dalam menyusun strategi global memerangi rasisme, memperkuat program edukasi, serta mendorong reformasi dalam sistem kompetisi sepakbola dunia. FIFA bentuk panel anti-rasisme ini bukan hanya simbolik, tapi menjadi langkah konkret menyatukan kekuatan eks pemain bintang untuk memberikan pengaruh positif.

Baca Juga: 75 Persen Gol Portugal Dicetak Satu Orang, Cristiano Ronaldo

“Sepakbola bukan hanya soal mencetak gol, tapi juga tentang menyatukan bangsa dan membangun masyarakat,” tegas George Weah dalam peluncuran panel. Weah menilai sepakbola memiliki kekuatan unik sebagai alat rekonsiliasi sosial dan perjuangan melawan diskriminasi.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa rasisme bukan sekadar tindakan salah, melainkan sebuah kejahatan yang tidak bisa ditoleransi. “Kita harus bertindak tegas. Rasisme di stadion maupun di platform digital harus dihukum,” ujarnya.

Panel ini juga akan berperan aktif dalam merancang kampanye digital, melakukan pendekatan komunitas, hingga memberi masukan terhadap kebijakan FIFA soal penanganan insiden rasisme di level klub dan tim nasional.

Baca Juga: Portugal Menang 5-0 atas Armenia, Brace Ronaldo Dekati 1000 Gol

FIFA bentuk panel anti-rasisme ini dinilai sebagai upaya berani untuk menempatkan sepakbola sebagai medium edukasi dan solidaritas. Dengan kehadiran tokoh inspiratif seperti Didier Drogba dan George Weah, harapannya pesan melawan rasisme bisa sampai ke seluruh penjuru dunia, mulai dari pemain muda hingga para penggemar.

Sepakbola kini berdiri di garis depan perubahan sosial. Dan lewat panel ini, FIFA ingin memastikan bahwa panggung hijau bukan lagi tempat bagi kebencian, tapi ruang untuk persatuan.

Baca Juga: Mees Hilgers Tetap Bisa ke Premier League Meski Indonesia di Luar 100 Besar FIFA

Editor : Akbar Sirinawa
#didier drogba #Panel anti rasisme #Sepakbola #Rasisme sepakbola #george weah #Anti-Rasisme #FIFA #rasisme sepak bola