LombokPost – Jannik Sinner tidak tinggal diam setelah kalah dari Carlos Alcaraz di final US Open 2025.
Petenis nomor 2 dunia itu mengaku sudah melakukan banyak perubahan kecil untuk memperbaiki performanya jelang China Open 2025 di Beijing.
Kekalahan di Flushing Meadows membuat rekor pertemuan Sinner vs Alcaraz kini 10-5 untuk keunggulan sang petenis Spanyol.
Namun, Jannik Sinner menegaskan dirinya sudah memproses hasil itu dan siap menghadapi tantangan baru.
“Kami sudah banyak merenungkan final itu. Kami mengubah banyak hal kecil. Jumlah kesalahan memang lebih tinggi sekarang, tapi itu bagian dari proses. Saya sangat termotivasi,” ujar Sinner.
Fokus Perbaikan Usai Kekalahan dari Alcaraz
Musim ini Jannik Sinner sudah meraih dua gelar mayor di Australia Open dan Wimbledon 2025.
Namun, kekalahan di US Open membuatnya semakin termotivasi untuk menantang Alcaraz di turnamen berikutnya, termasuk kemungkinan bentrok lagi di ATP Masters Shanghai 2025.
Di Beijing, Sinner turun sebagai unggulan teratas. Pada laga perdana, ia akan menghadapi Marin Cilic, finalis edisi sebelumnya.
Sinner pun membawa tim baru, termasuk fisioterapis berpengalaman Alejandro Resnicoff untuk mendukung pemulihan fisiknya.
Rivalitas Sinner vs Alcaraz Makin Memanas
Persaingan Sinner vs Alcaraz jadi salah satu cerita terbesar tenis dunia tahun ini. Alcaraz kini kembali ke peringkat 1 dunia ATP, sementara Sinner berusaha mengejar lewat performa konsisten di tur.
Dengan rekor musim 37-5, Sinner sudah memastikan tiket ke Nitto ATP Finals Turin 2025, turnamen akhir tahun yang ia menangi musim lalu.
Kini, ambisinya jelas: menambah gelar di Beijing dan memperkecil jarak dari Alcaraz.
“Selalu lebih baik satu langkah maju daripada dua langkah mundur,” kata Sinner optimistis.
Editor : Rury Anjas Andita