LombokPost - Kabar buruk menghampiri skuad Arsenal setelah kemenangan krusial mereka di Liga Primer akhir pekan lalu. Kapten tim, Martin Odegaard, dipastikan menepi dari lapangan hijau setelah mengalami cedera lutut serius. Kondisi ini membuat Martin Odegaard batal bergabung dengan Timnas Norwegia di Jeda Internasional.
Pernyataan resmi dari klub berjuluk The Gunners mengonfirmasi bahwa Martin Odegaard mengalami cedera ligamen kolateral medial (MCL) pada lutut kiri saat pertandingan melawan West Ham United. Cedera ini memaksa sang kapten harus ditarik keluar lapangan di babak pertama.
Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar bagi Arsenal. Apalagi, ini bukan kali pertama Martin Odegaard harus keluar lapangan lebih cepat.
Dalam beberapa pertandingan terakhir Liga Primer, kapten asal Norwegia itu memang sudah menunjukkan kemunduran kebugaran. Sebelumnya, masalah bahu juga sempat menghantui performa Martin Odegaard.
Keputusan untuk menarik Martin Odegaard dari skuad Norwegia di Jeda Internasional ini adalah langkah medis yang wajib dilakukan.
Ia seharusnya membela negaranya di pertandingan penting Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel dan laga persahabatan kontra Selandia Baru. Namun, kini ia harus menjalani perawatan intensif di Sobha Realty Training Centre, markas Arsenal.
Di tengah persiapan KONI NTB untuk menyongsong berbagai event olahraga daerah, berita cedera pemain bintang selalu menjadi sorotan. Sama halnya seperti di kubu Arsenal, tim medis bekerja keras untuk memulihkan Martin Odegaard.
Sayangnya, hingga kini, belum ada jadwal pasti kapan playmaker andalan itu akan kembali beraksi di Liga Primer. Ketidakjelasan waktu pemulihan cedera lutut ini menjadi persoalan pelik.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Setelah kemenangan 2-0 atas West Ham, Arteta mengaku prospek Martin Odegaard tampak suram. "Dia menggunakan penyangga. Kami harus menunggu hasil dokter, tapi kami juga belum beruntung dalam hal ini," ujar Arteta.
Arteta menambahkan bahwa absennya Martin Odegaard sangat terasa, terutama di lini serang. "Jelas dia adalah kapten kami dan pemain yang memberi kami dimensi yang sama sekali berbeda dengan hal-hal yang bisa dia lakukan, terutama dalam menyerang," tegasnya, menyoroti dampak besar cedera lutut yang dialami Martin Odegaard ini.
Selain Martin Odegaard, Arsenal juga sempat kehilangan Declan Rice di laga tersebut karena nyeri punggung. Namun, kasus Rice dianggap tidak seberat cedera lutut yang dialami Martin Odegaard. Kabar ini tentu menjadi ujian mental bagi The Gunners untuk terus bersaing ketat di papan atas Liga Primer tanpa kapten andalan mereka, sambil berharap seluruh elemen olahraga, seperti yang dilakukan KONI NTB di daerah, selalu memprioritaskan kesehatan atlet.
Editor : Pujo Nugroho